Tribun Sport

Atlet Berkuda Ferry Wahyu Bilang Sangat Tidak Adil ECL Kelas LSJ-8 Tak Dipertandingkan

Namun, tidak disangka ternyata di balik kemenangannya tersebut ada kekecewaan yang cukup mendalam.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Atlet Berkuda Ferry Wahyu Bilang Sangat Tidak Adil ECL Kelas LSJ-8 Tak Dipertandingkan
Dok. pribadi
Atlet berkuda disiplin equestrian, Ferry Wahyu Hadiyanto dengan kuda Granadine berhasil mendulang emas di kelas Pra Kualifikasi Asian Games yang diadakan di arena Equinara Horse Sports, Pulomas pada 14 November silam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Atlet berkuda disiplin equestrian, Ferry Wahyu Hadiyanto dengan kuda Granadine berhasil mendulang emas di kelas Pra Kualifikasi Asian Games yang diadakan di arena Equinara Horse Sports, Pulomas pada 14 November silam.

Namun, tidak disangka ternyata di balik kemenangannya tersebut ada kekecewaan yang cukup mendalam.

Ferry telah menjadi bagian dari Tim Equinara lebih dari 10 tahun. Sebagai Manajer Tim Equinara dan Chief Trainer, tentu kemenangan Klub Equinara merupakan tanggung jawab utamanya.

“Terus terang sebagai manajer tim equinara ada rasa beban dan kecewa pada diri saya meskipun menang di kelas pra kualifikasi Asian Games. Saya kecewa karena pada akhirnya setelah terus konsisten mengikuti seri-seri liga musim kedua tahun 2021 ini, saya gagal memperjuangkan hak tim Equinara,” kata Ferry dalam keterangan resminya.

“Dan kegagalan tersebut kami dapat tanpa bertanding. Sangat tidak adil. Beda kegagalan yang diterima setelah bertanding. Kami terpaksa mengalah di seri final karena pembatalan mendadak kelas liga LSJ-8 dengan tinggi rintangan 145 cm, dimana tim Equinara telah unggul dengan poin tertinggi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ferry menjelaskan karena diburu waktu kemudian terjadilah pembatalan kelas LSJ 8 ini dengan alasan cuaca buruk dan demi berlangsungnya kelas Pra Kualifikasi Asian Games.

Otomatis poin jadi hilang di final ini. Padahal poin kelas paling bergengsi seperti ini sangat berarti bagi kami para atlet.

“Secara pribadi belakangan saya sangat menyesalkan keputusan ini. Padahal jika kelas ini tetap dipertandingkan, sudah bisa dipastikan Equinara akan keluar lagi sebagai pemenang,” kata Ferry.

“Sejak seri 1-4 ECL, saya dan kawan-kawan terus setia berjuang di kelas paling bergengsi ini. Walaupun kecewa sekarang saya sedang mencoba untuk 'move on',” sambungnya.

Lebih lanjut, Ferry dan rekan-rekannya di tim Equinara akan benar-benar fokus untuk merah putih dalam menghadapi Asian Games 2022.

“Kedepannya saya berharap tidak ada lagi kondisi mengalah tanpa bertanding seperti ini. Kita tetap harus mengedepankan sportifitas,” pungkasnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas