Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

POPULER! 4 Pemain Timnas Indonesia Anak Buah Indra Sjafri yang Layu Sebelum Berkembang

Dari hasil penelusuran Tribunnews, berikut deretan pemain Timnas Indonesia di bawah asuhan Indra Sjafri yang layu sebelum berkembang:

POPULER! 4 Pemain Timnas Indonesia Anak Buah Indra Sjafri yang Layu Sebelum Berkembang
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Pemain Timnas Indonesia U-19, Muhammad Fatchu Rochman (5), Muhamad Sahrul Kurniawan (13), dan Hendra Sandi Gunawan (11) berselebrasi setelah menundukkan Korea Selatan pada pertandingan kualifikasi Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2013). Indonesia lolos ke Piala AFC U-19 Myanmar 2014 setelah menundukkan Korea Selatan dengan skor 3-2. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO 

Salah satu pilar kunci Timnas Indonesia mampu menjadi juara Piala AFF U19 adalah Ravi Murdianto yang tampil gemilang di bawah mistar gawang.

Dua penyelamatan gemilangnya di babak adu penalti melawan Vietnam di partai final mampu membawa Garuda Muda meraih kemenangan 7-6 lewat adu tos-tosan.

Ia juga pernah menjadi bagian dari skuat Indonesia U17 yang mendulang prestasi dengan menjadi juara dalam turnamen HKFA di Hongkong.

Pria asal Grobogan tersebut mengawali karier sepak bola profesionalnya dengan masuk Perserang Serang pada 2013.

Di tahun berikutnya, ia membela Mitra Kukar, namun performa gemilang yang pernah ia torehkan bersama Timnas gagal ditunjukkan ketika membela tim di level klub.

Ia kemudian pindah ke PS TNI pada periode 2016-2017.

Penjaga gawang Timnas Indonesia U-19, Ravi Murdianto (kiri) melakukan selebrasi usai pertandingan babak peyisihan Grup G Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2013). Indonesia akhirnya lolos ke putaran final Piala AFC U-19 2014 di Myanmar setelah menaklukkan Korea Selatan dengan skor 3-2 lewat hattrick Evan Dimas. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Penjaga gawang Timnas Indonesia U-19, Ravi Murdianto (kiri) melakukan selebrasi usai pertandingan babak peyisihan Grup G Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2013). Indonesia akhirnya lolos ke putaran final Piala AFC U-19 2014 di Myanmar setelah menaklukkan Korea Selatan dengan skor 3-2 lewat hattrick Evan Dimas. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Gagal bersinar bersama PS TNI, ia kembali memutuskan pindah klub ke Madura United.

Saat berkostum tim berjuluk Laskar Sappeh Kerrab tersebut, ia juga tidak mampu bersaing dengan kiper utama lainnya.

Alhasil ia memutuskan pindah ke PSCS Cilacap yang berlaga di kompetisi Liga 2.

Hingga sekarang, Ravi Murdianto masih berseragam PSCS Cilacap.

3. M Sahrul Kurniawan

Sahrul Kurniawan juga menjadi pemain yang kurang berkembang setelah menjadi pilar andalan Timnas Indonesia dibawah asuhan Indra Sjafri.

Pemain asal Ngawi tersebut gagal menampilkan performa terbaiknya ketika berada di level klub.

Pria yang berposisi sebagai bek tersebut telah memperkuat beberapa tim lokal seperti Bhayangkara FC, PSS Sleman hingga Persika Karawang.

Lerby Eliandry (merah) pemain bali united berebut bola dengan Sahrul Kurniawan, pemain surabaya FC dalam laga Ujicoba di stadion Dipta Gianyar, Minggu (8/11/2015). Bali united menang telak atas Surabaya FC 4-1. TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Lerby Eliandry (merah) pemain bali united berebut bola dengan Sahrul Kurniawan, pemain surabaya FC dalam laga Ujicoba di stadion Dipta Gianyar, Minggu (8/11/2015). Bali united menang telak atas Surabaya FC 4-1. TRIBUN BALI/RIZAL FANANY (TRIBUN BALI/TRIBUN BALI/RIZAL FANANY)

Potensi luar biasa yang pernah dimilikinya pun gagal ditampilkan ketika membela tim-timnya tersebut.

Kini, M. Sahrul Kurniawan menyusul mantan rekan setimnya di Timnas U19 yakni Ravi Murdianto yang lebih dulu bergabung di PSCS Cilacap.

PCSC Cilacap merupakan salah satu tim yang kini berlaga di kasta kedua kompetisi sepak bola Indonesia.

4. Maldini Pali

Maldini Pali merupakan salah satu pemain andalan Indra Syajfri yang beroperasi di sisi sayap kanan.

Winger kanan yang mempunyai kecepatan dan daya ledak yang terduga tersebut menjadi salah satu sosok penting timnas merengkuh Piala AFF U19 2019.

Debut Maldini di dunia sepak bola makin cemerlang katika pembentukan Indonesia Footbal Academi (IFA).

Dan Maldini lolos dalam seleksi Timnas U-16 di Uzbekistan.

Setahun kemudian, Maldini terpilih menjadi salah satu dari tiga utusan Indonesia untuk berlatih di Leicester City, Inggris, selama tiga bulan.

Maldini terpilih lagi untuk berlatih di Uruguay dan bermain untuk Deportivo Indonesia selama dua tahun hingga ia dipanggil menjadi pemain tim nasional Indonesia U-17 dan Indonesia U-19.

Maldini Pali
Maldini Pali ()

Maldini akhirnya sukses mengantarkan Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U19 2013 setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 7–6 melalui adu penalti.

Beroperasi di sayap kanan, ia kerap mengacak-acak barisan pertahanan lawan dalam pertandingan melawan Korea Selatan di ajang Kualifikasi Kejuaraan U-19 AFC 2014.

Sayang potensinya tidak bisa berkembang dan penampilannya di level klub kurang konsisten.

Sempat berkarier di PSM Makassar dan Sriwijaya FC, kini Maldini menjadi pemain Persiba Balikpapan.

(Tribunnews/Dwi Setiawan)

Penulis: Dwi Setiawan
Editor: Fathul Amanah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas