Superskor
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1

Jalani Ibadah Puasa di Pemalang, Bek Sayap Barito Putera Kangen Kue Khas Banjarmasin

Nazar Nurzaidin bek sayap Barito Putera saat ini tegah menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1441 H di Pemalang, Jawa Tengah.

Jalani Ibadah Puasa di Pemalang, Bek Sayap Barito Putera Kangen Kue Khas Banjarmasin
SURYA/SUGIHARTO
Pemain Persela Lamongan Rafinha (kanan) berduel pemain Barito Putera Nazar Nurzaidin (kiri) dalam lanjutan Liga I di Stadion Surajaya Lamongan, Senin (4/11/2019). Barito Putera berhasil menahan imbang guan rumah Persela Lamongan dengan skor 0-0. SURYA/SUGIHARTO 

TRIBUNNEWS.COM - Nazar Nurzaidin bek sayap Barito Putera saat ini tegah menjalankan ibadah puasa Ramadan 1441 H di Pemalang, Jawa Tengah.

Jalani ibadah puasa yang berbeda dengan tahun lalu, membuat pemain andalan tim yang berjuluk Laskar Antasari itu juga mengaku kangen dengan citarasa kue khas Banjarmasin, yakni Amparan Tatak.

Kue Amparan Tatak merupakan kue khas Banjarmasin yang sekilas memang mirip dengan nagasari, namun pembuatan kua khas dari wilayah Kalimantan Selatan itu sedikit berbeda.

Baca: Curhatan 2 Pemain Barito Putera, Bagus Kahfi & David Maulana Jalani Puasa Ramadhan 17 Jam di Inggris

Baca: Djanur Terapkan Latihan Sore Secara Mandiri bagi Pemain Barito Putera Selama Ramadhan

Sesaat Nazar mengenang bagaimana ia dan rekan-rekannya menjalankan ibadah selama Ramadan di Banjarmasin.

Nazar Nurzaidin memang kerap kali mengunjungi satu diantara pasar yang berada di wilayah Banjarmasin untuk berburu menu buka puasa.

Diakuinya, bahwa kue Amparan Tatak merupakan menu yang paling disukainya.

"Ada satu kue favorit saya, amparan tatak, warnanya putih terus ada isinya pisang. Itu kue idola saya,” terang Nazar Nurzaidin seperti yang dikutip dari laman resmi Barito Putera.

Jika dibandingkan dengan kampung halamnnya, diakui oleh pemain yang membela Barito Putera sejak 2015 silam itu, di Pemalang tidak tersedia pasar khusus selama bulan Ramadan.

“Di Pemalang nggak ada pasar Ramadan, paling juga orang jualan di pinggir-pinggir jalan, kalau Pasar Wadai kayak di Banjar nggak ada," ucapnya sembari mengenang.

Seperti yang diketahui, pemain keliharan Pemalang, 25 tahun silam itu memilih untuk pulang kampung setelah kompetisi ditangguhkan.

Halaman
123
Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas