Superskor

Super Pandit

Jebloknya Performa Harry Kane: Imbas Taktik Nuno Santo dan Menonjolnya Peran Son Heung-min

Sudah terlalu lama Tottenham asyik dengan Son Heung-min sampai melupakan potensi dalam diri Harry Kane.

Penulis: deivor ismanto
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Jebloknya Performa Harry Kane: Imbas Taktik Nuno Santo dan Menonjolnya Peran Son Heung-min
NICK POTTS / POOL / AFP
Striker Inggris Tottenham Hotspur Harry Kane (tengah) bereaksi di akhir pertandingan saat pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Arsenal dan Tottenham Hotspur di Emirates Stadium di London pada 14 Maret 2021. Arsenal memenangkan pertandingan 2-1. 

Lalu apa yang membuat performa Harry Kane begitu menurun?

Pelatih anyar Tottenham, Nuno Espirito Santo memberi sentuhan berbeda dalam skema permainan The Lilywhites.

Ia memainkan sepak bola pragmatis dengan skema 4-3-3 miliknya, skema tersebut tak asing, ia juga menggunakannya saat masih menukangi Wolverhampton Wanderers.

Striker Inggris Tottenham Hotspur Harry Kane dan pelatih kepala Tottenham Hotspur asal Portugal Nuno Espirito Santo berpelukan di lapangan setelah pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Tottenham Hotspur dan Watford di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 29 Agustus 2021. Tottenham memenangkan pertandingan 1- 0.
Striker Inggris Tottenham Hotspur Harry Kane dan pelatih kepala Tottenham Hotspur asal Portugal Nuno Espirito Santo berpelukan di lapangan setelah pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Tottenham Hotspur dan Watford di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 29 Agustus 2021. Tottenham memenangkan pertandingan 1- 0. (Glyn KIRK / AFP)

Baca juga: Jadwal Liga Inggris Pekan ke-8, Live Mola TV, Leicester City vs MU, Arsenal vs Crystal Palace

Yang jadi masalah, Nuno menggunakan seorang playmaker dalam skema yang ia usung, itu berakibat terhadap pergerakan Kane yang menjadi terbatas.

Kane sejak musim lalu bersama kepelatihan Jose Mourinho merupakan striker kreatif yang sering menjemput bola hingga ke tengah.

Dengan begitu, Kane dapat muncul dari lini kedua untuk mencetak gol.

Musim lalu, pemain berpostur 188 cm tersebut mampu menjadi top skor Liga Primer Inggris dengan torehan 23 gol.

Masalahnya, hal tersebut tak bisa dilakukan Harry Kane musim ini.

kehadiran Delle Alli di belakangnya membuat ia harus membagi peran dengan sang gelandang serang.

Harry Kane tak mampu menciptakan progresi serangan untuk dirinya sendiri di tengah.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas