Euro 2024 Dilanda Isu Skandal Pengaturan Skor, Begini Kronologisnya
Isu skandal pengaturan skor mengguncang Piala Eropa 2024 atau Euro 2024. Isu itu kabarnya terjadi di Grup E.
Penulis: Hasanudin Aco
Sementara Ukraina sayangnya finis terakhir karena memiliki selisih gol terburuk dan tersingkir dari babak 16 besar.
Namun jika mengikuti jalannya pertandingan, Rumania dan Slovakia dianggap sengaja kebobolan hasil imbang terbilang tidak adil bagi kedua tim.
Bahkan, kedua tim bermain saling balas, dan permainan baru melambat di menit-menit akhir ketika kekuatan fisik kedua tim menurun.
Mungkin itu juga yang menjadi alasan pelatih Edward Iordanescu marah dan menuntut permintaan maaf.
Kisah 20 Tahun Lalu Terulang
Kisah Grup E Euro 2024 ini membuat publik teringat akan kasus yang terjadi 20 tahun lalu (Euro 2004).
Hari itu, meski tim Italia sudah mengumpulkan 5 poin, sayangnya mereka tetap harus meninggalkan turnamen tepat setelah babak penyisihan grup.
Sepanjang sejarah turnamen, ini juga menjadi tim dengan poin terbanyak yang tersingkir dari Euro.
Dan bertahun-tahun kemudian, masyarakat Italia masih mempertanyakan cara lawannya Denmark dan Swedia menahan imbang 2-2, skor yang cukup untuk menyingkirkan Italia.
Bagi masyarakat Italia, ini akan selalu menjadi turnamen yang sulit untuk diterima.
Hasil imbang 2-2 yang kontroversial antara Denmark dan Swedia akan selamanya mengganggu tidur para penggemar dan anggota tim Italia.
Bagi banyak orang, hasil itu seperti sebuah firasat yang diprediksi, dan kemudian hal itu menjadi kenyataan.
Orang-orang curiga dan berspekulasi mengenai hasil yang tidak menguntungkan dan akhirnya menyaksikan 90 menit paling kelam dalam sejarah sepakbola Italia.
"Ada banyak pertanyaan yang diajukan, tapi tidak ada yang bisa menemukan jawabannya,” ujar Sky Sport Italia tentang kisah yang terjadi di Euro 2004 itu.
Baca juga: Akibat Ulah Fans Sendiri, Inggris Siap-siap Hadapi Hukuman di Euro 2024
Saat itu, dengan skuad yang terdiri dari superstar Buffon, Nesta, Cannavaro, Panucci, Gattuso, Pirlo, Vieri, Del Piero, Totti dan Cassano, tim Italia dianggap sebagai kandidat juara.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.