Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Aturan Baru IFAB Dorong Sepak Bola Lebih Progresif, Tim Lambat Berisiko Tertinggal

Delapan perubahan yang diterapkan Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) untuk Piala Dunia 2026 dan musim ke depannya. Ini kata pengamat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Aturan Baru IFAB Dorong Sepak Bola Lebih Progresif, Tim Lambat Berisiko Tertinggal
Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra
JERSEY ORI - Salah satu Jersey away Tim Nasional Jepang terpampang di salah satu outlet olahraga di DP Mall Semarang Sport Direct, Kamis (28/5/2026). Delapan perubahan yang diterapkan Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) untuk Piala Dunia 2026 dan musim ke depannya. Ini kata pengamat. 

"Bagaimana pemain-pemain ini bisa dapatin momen untuk mencetak gol dan permainannya jadi lebih cepat, jadi kita yang nonton tidak bosan," sambungnya.

Menurut dia, hal ini akan menimbulkan gejolak bagi tim-tim kontestan Piala Dunia.

Negara yang sudah memiliki liga yang bagus akan dapat melakukan adaptasi, namun selain itu ia masih meragukan karena para pemain riskan melakukan kesalahan.

"Buat beberapa tim, buat semua negara yang sudah punya liga yang bagus, kayaknya ini tidak akan menjadi masalah besar, tapi akan berpengaruh ke tim-tim yang mungkin baru pertama kali lolos Piala Dunia atau tim-tim yang tidak begitu besar, dan negara-negara yang masih mencoba menjajakkan kakinya di Piala Dunia untuk lebih stabil," jelasnya.

Perubahan aturan ini akan menarik perhatian karena setiap tim harus adaptif tanpa harus melanggar aturan, sekaligus tantangan untuk menjaga karakter permainan timnya.

Pada tahap ini, Jepang memiliki alasan untuk dikatakan unggulan, karena mereka adaptif dengan regulasi yang dapat memberikan keuntungan.

Seperti yang terjadi pada gol Koki pada menit ke-87 menyusul larangan satu menit masuk ke lapangan yang diterima pemain Islandia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jepang itu adaptif dengan regulasi ini, mainnya mereka cepat, dengan postur yang tidak begitu tinggi, kekuatan mereka di kecepatan jangka pendek," bebernya.

Momentum ini juga bisa merugikan tim-tim yang bermaterikan pemain dalam tanda kutip malas berlari atau minim melakukan pressing ketika bola di lawan.

Contohnya Cristiano Ronaldo yang pace larinya tidak secepat Bernardo Silva atau Bruno Fernandes.

"Tim-tim yang mengandalkan 1-2 pemain yang tidak punya pace, itu rugi. Karena momentum, karena mereka akan diserang sala tim-tim yang mengejar momentum cepat. Jadi, dampak permainannya akan lebih cepat."

"Progresifasinya akan lebih cepat juga dan tidak ada lagi pemain yang berusaha mutus momentum dengan cara-cara buang bola, atau tendangan gawang dibuat lama."

"Anomali buat lemparan ke dalam? Dulu, mungkin lemparan ke dalam adalah cara untuk bertahan. Sekarang tidak. Lemparan ke dalam sebagai cara menyerang."

"Ada regulasi ini tim-tim tentunya sudah memiliki perhitungan dan sedikit banyaknya akan mengubah permainan, meskipun tidak signifikan," tutupnya.

(Tribunnews.com/Sina)

Sesuai Minatmu
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
38
26
7
5
71
27
44
85
2
Man. City
38
23
9
6
77
35
42
78
3
Manchester United
38
20
11
7
69
50
19
71
4
Aston Villa
38
19
8
11
56
49
7
65
5
Liverpool
38
17
9
12
63
53
10
60
Berita Populer
Berita Terkini
Atas