Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kominfo Percepat Pembangunan 'Fixed Broadband'

Saat ini masyarakat condong menggunakan mobile daripada fixed. Selain itu investasinya fixed broadband sangat mahal dan kondisi geografis Indonesia.

Kominfo Percepat Pembangunan 'Fixed Broadband'
Ist/Tribunnews.com
Direktur Pengembangan Pita Lebar, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Benyamin Sura. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Merujuk Peraturan Presiden (PerPres) 96 tahun 2014 tentang Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019 ada sejumlah target yang dicanangkan, termasuk pembangunan infrastruktur pita lebar (broadband fixed maupun mobile broadband).

“Fixed Broadband itu untuk penyedian backbone, backhaul, hingga aksesnya. Untuk melakukan penggelaran jaringan fixed broadband biaya investasinya tinggi. Apalagi di daerah-daerah yang geografisnya sulit serta daya beli masyarakatnya masih rendah. Saat ini kita sedang melakukan percepatan pembangunan fixed broadband melalui intervensi Pemerintah dan regulasi," ujar Direktur Pengembangan Pita Lebar, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Benyamin Sura, saat ditemui di Kemenkominfo pada Kamis (15/11/2018).

"Proses regulasi melalui surat edaran infrastruktur pasif yang ruang lingkupnya diantaranya untuk saluran bawah tanah (ducting), infrastruktur tiang telekomunikasi (pole), infrastruktur tiang microcell, infrastruktur Menara telekomunikasi dan infrastruktur terowongan (tunnel),” kata Benyamin Sura.

Dari target Perpres RPI, target fixed broadband adalah 71% untuk rumah tangga di perkotaan dan 49% rumah tangga di perdesaan yang harus dicapai hingga saat ini penetrasi fixed broadband baru mencapai 9.38% terhadap rumah tangga secara nasional.

Saat ini masyarakat condong menggunakan mobile daripada fixed. Selain itu investasinya fixed broadband sangat mahal dan kondisi geografis Indonesia di beberapa wilayah sulit dijangkau.

Maksud dari Surat Edaran Bersama ini adalah untuk memberikan pedoman bagi Gubernur dan Bupati/Walikota serta pelaku usaha dalam melakukan Pembangunan dan Penggunaan Bersama Infrastruktur Pasif Telekomunikasi dalam rangka mencapai efektivitas pengembangan layanan telekomunikasi, efisiensi biaya dan percepatan pengembangan penyediaan layanan telekomunikasi dengan prinsip open access dan non diskriminasi.

Selain regulasi beberapa langkah sudah dilakukan oleh Kemenkominfo dalam percepatan penetrasi fixed broadband seperti pada tahun 2018 ini telah dilakukan uji coba bantuan layanan penyewaan akses internet terhadap pelaku usaha lokal selama 5 bulan.

Diharapkan, nanti setelah bantuan tersebut berakhir, masyarakat bisa melanjutkan untuk sustainability secara mandiri. Uji coba ini juga akan dievaluasi, sejauh mana dapat membantu peningkatan ekonomi, baik bagi masyarakat maupun para pelaku usaha di masing-masing wilayah.

"Harapannya pada tahun 2019 program ini akan kami lakukan lebih masif, tentu kami sedang siapkan regulasi yang lain juga untuk mendukung percepatan program yang lebih besar," jelas Benyamin Sura.

Sementara itu, Kasubdit Ekosistem Pita lebar Kamis (15/11), Direktorat Pengembangan Pita lebar Kemenkominfo, Dany Suwardany menjelaskan, Mengacu kepada target Perpres 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pita lebar Indonesia, target fixed broadband adalah 71% untuk rumah tangga dan 30% untuk populasi di perkotaan dan 49% untuk rumah tangga dan 6% untuk populasi di perdesaan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas