Tribun Techno

Tahun 2023 Diprediksi Terjadi Resesi, Begini Antisipasi Industri Telko

Prediksi resesi global yang akan terjadi tahun depan membuat sejumlah industri harus melakukan mitigasi.

Penulis: Hendra Gunawan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Tahun 2023 Diprediksi Terjadi Resesi, Begini Antisipasi Industri Telko
dok.
Webinar Strategi Industri Digital Indonesia Hadapi Resesi Global, Rabu (30/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Kondisi perekonomian global pada tahun depan diprediksi tidak baik-baik saja. Sejumlah pihak memprediksi akan ada resesi global 2023 yang membuat negara seperti RI harus tetap waspada dan berhati-hati, walau pertumbuhan ekonomi RI masih baik pada 2022.

Prediksi resesi global membuat sejumlah industri harus melakukan mitigasi. Untuk industri telekomunikasi, apa strategi yang harus dilakukan untuk menghadapi prediksi resesi 2023?

Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel, mengatakan melandainya pandemi Covid-19 memberikan harapan untuk semua industri untuk bangkit tahun ini. Namun terdapat tantangan dari sisi geopolitik, inflasi dan kenaikan suku bunga pada tahun depan.

Hal-hal itu diprediksi akan berdampak pada proyeksi pertumbuhan GDP yang menuru Morgan Stanley berkisar 2,9 persen tahun depan.

Sementara di Indonesia, memasuki 2023, terbukti resilien menghadapi resesi-resesi sebelumnya. Dari sisi pertumbuhan makro Indonesia diprediksi alami pertumbuhan melambat tahun depan sebagai dampak penurunan daya beli masyarakat.

Dari dampak-dampak tersebut sejak 2018-2020, sektor DB, kesehatan, pendidikan, internet dan teknologi masih bertumbuh.

Baca juga: Bersiap Hadapi Potensi Resesi, Ini Strategi Perkuat Bisnis di Tahun 2023

Telkomsel memastikan seluruh roadmap perusahaan untuk menghadapi tantangan tersebut dengan terus berinovasi menghadirkan layanan bisnis yang sesuai kebutuhan masyarakat.

"Hal pertama dengan memperkuat core business Telkomsel senagai penyedia layanan konektivitas digital terdepan seperti hadirkan paket internet sesuai value yang dibutuhkan masyarakat," kata Hendri dalam sambutannya membuka webinar HUT IndoTelko bertajuk Strategi Industri Digital Indonesia Hadapi Resesi Global, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Ekonom: Indonesia Masih Aman dari Ancaman Resesi Global 2023

Telkomsel juga merilis sejumlah aplikasi sebagai solusi di masyarakat, seperti menghadirkan layanan edukasi Kuncie, yakni platform berbasis aplikasi untuk pengembangan keterampilan berbagai bidang. Kemudian layanan health tech. Serta kembangkan layanan digital sektor pangan TelkomselDFE untuk smartfarming.

"Telkomsel juga dukung digitalisasi UMKM dengan aplikasi penghubung dan terintegrasi. Dengan demikian Telkomsel bertransformasi jadi perusahaan digital terdepan yang memiliki portofolio komprehensif solusi digital," pungkasnya.

Dian Siswarini, CEO dan President Director XL Axiata mengatakan, pihaknya yakin pertumbuhan XL Axiata tahun 2023 masih tetap positif seperti tahun sebelumnya. kKarena di balik tantangan ekonomi 2023 ada peluang yang bisa dimanfaatkan untuk terus bertumbuh.

"Tahun 2023 perusahaan akan fokus ke 3 pilar utama. Yang pertama fokus pada penawaran convergent sesuai dengan vuisi perusahaan yang menyasar segmen keluarga dan SME," kata Dian.

XL Axiata juga akan terus mengembangkan infrastruktur jaringan demi mendukung kualitas layanan lebih baik lagi, salah satunya dengan mengembangkan infrastruktur di luar Jawa.

"Kami akan meningkatkan otomasi dan digitalisasi untuk efisiensi operasional, gunakan AI dan analitik sehingga solusi yang diberikan juga tepat sasaran sesuai yang konsumen butuhkan, serta mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi biaya meningkat tahun depan dengan cara menekan biaya operasional seperti energy saving," kata Dian.

Baca juga: Tips Berinvestasi di Masa Resesi: Tidak Perlu Berspekulasi, Sesuaikan Kebutuhan

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan perusahaan berupaya mengembangkan layanan 5G di sejumlah kota untuk mendukung percepatan digitalisasi.

"Yang sangat penting adalah soal literasi digital agar masyarakat Indonesia terutama kaum muda menggunakan teknologi secara positif. Kemudian, soal UMKM lantaran sektor ini berkontribusi 60 persen bagi ekonomi Indonesia sehingga kita harus mendukungnya. Salah satu inisiatif yakni marketplace Indosat untuk UMKM," kata Vikram.

Indosat juga punya ID camp, yang memeprsiapkan talent digital untuik berkiprah secara global. Serta mendorong kiprah perempuan dalam pembangunan ekonomi nasional.

"Mari berkolaborasi untuk mendorong digitalisasi di Indonesia, untuk menghubungkan Indonesia dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap warga Indonesia," katanya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas