Google All-In di AI, Siapkan Dana Rp1.438 Triliun untuk Bikin Gemini Makin Canggih
Induk Google, Alphabet, berencana menggelontorkan Rp1.438 triliun untuk memperluas infrastruktur AI global.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Alphabet menyiapkan investasi US$80 miliar atau sekitar Rp1.438 triliun untuk AI.
- Dana akan digunakan untuk membangun infrastruktur komputasi dan pusat data yang lebih besar.
- Investasi ini dilakukan di tengah pertumbuhan pesat layanan AI dan bisnis cloud Google.
TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan induk Google, Alphabet, berencana menggelontorkan dana sebesar 80 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.438 triliun (kurs Rp17.977,75 per dolar AS) untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai wilayah dunia.
Langkah ini menunjukkan bahwa Alphabet masih sangat serius mengembangkan teknologi AI meskipun biaya pengembangannya terus meningkat dan sejumlah analis menilai industri AI saat ini masih membutuhkan investasi yang sangat besar.
Dikutip dari PhoneArena yang terbit pada 3 Juni 2026, dana tersebut akan diperoleh melalui beberapa skema penggalangan modal, termasuk penjualan saham kepada publik dan investor.
Alphabet menjelaskan bahwa investasi besar ini akan didanai melalui peningkatan modal atau equity capital raise.
Secara sederhana, perusahaan akan menjual sebagian sahamnya untuk memperoleh dana segar.
Rencana pendanaannya meliputi:
- US$30 miliar dari penawaran saham publik.
- US$40 miliar dari penjualan saham secara bertahap.
- US$10 miliar dari investasi privat yang disebut berasal dari Berkshire Hathaway milik Warren Buffett.
Total dana yang terkumpul mencapai US$80 miliar atau sekitar Rp1.438 triliun.
Dalam dokumen resmi yang dikutip PhoneArena, Alphabet menyatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk memperluas infrastruktur AI dan kapasitas komputasi global.
Baca juga: Mengapa Google Ingin Lepaskan Jutaan Nyamuk di Amerika Serikat?
Artinya, perusahaan diperkirakan akan membangun lebih banyak pusat data (data center), menambah perangkat pemrosesan grafis (GPU), serta meningkatkan kemampuan komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan model AI generatif seperti Gemini.
Peningkatan infrastruktur ini dianggap penting karena kebutuhan komputasi AI terus melonjak dari tahun ke tahun.
Alphabet menyebut volume pemrosesan token AI saat ini telah mencapai sekitar 19 miliar token per menit, meningkat enam kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Investasi jumbo ini dilakukan saat kondisi bisnis Alphabet masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Pada kuartal pertama 2026, pendapatan perusahaan mencapai US$110 miliar atau sekitar Rp1.977,55 triliun.
Beberapa pencapaian yang disorot perusahaan antara lain:
- Pendapatan mesin pencari Google naik 19 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Google Cloud tumbuh 63 persen secara tahunan.
- Layanan berlangganan Google telah memiliki sekitar 350 juta pelanggan berbayar.
Kinerja positif tersebut menjadi salah satu alasan Alphabet terus mempercepat investasi pada sektor AI yang saat ini menjadi fokus utama perusahaan.