Taman Ratu Safiatuddin, Taman Mininya Aceh
Di sini terdapat 23 rumah adat yang mewakili setiap kabupaten/kota yang berdiam di provinsi paling ujung barat Indonesia.
Editor: Mohamad Yoenus
“Ada enam sesi dalam eksibisi dan dibagi berdasarkan kedekatan geografis dan budaya. Merujuk kepada kota/kabupaten induk sebelum dilakukan pemekaran,” ujar Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya, Suburhan.
Eksibisi tersebut dilakukan menindaklanjuti perintah Gubernur Aceh, Zaini Abdullah untuk mengoptimalkan keberadaannya.
Taman Ratu Safiatuddin Aceh. (Serambi Indonesia/Nurul Hayati)
Mulanya Taman Ratu Safiatuddin hanya dijadikan tempat pagelaran akbar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA).
PKA sendiri dihelat lima tahun sekali dan menampilkan ragam kebudayaan dari depalan suku yang berdiam di Aceh yaitu suku Aceh, Gayo, Alas, Tamiang, Singkil, Kluet, Aneuk Jame, dan Simeuleu.
Berdasarkan kalender even Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) setempat, eksibisi akan dibagi dalam enam sesi.
Yaitu, Pesona Basajan (Banda Aceh, Sabang, Jantho), Piasan Pase (Aceh Utara dan Lhokseumawe), Pentas Selatan Raya (Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, dan Subulussalam), Piasan Pantai Utara (Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen), dan Pentas Barat Raya (Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Nagan Raya).
Selain itu ada juga Senandung Pesisir Timur (Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Langsa), serta Kemilau Tanah Gayo (Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara).
Nah! Cukup mendatangi tempat dan mencari waktu yang tepat anda akan mendapat gambaran seni budaya Aceh secara keseluruhan.
Maka tak berlebihan kalau disebut Taman Ratu Safiatuddin sebagai Taman Mininya Aceh.