Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan Berbasis CHSE di Sektor Pariwisata

Hampir seluruh destinasi wisata dan pelaku wisata di seluruh Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE.

Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan Berbasis CHSE di Sektor Pariwisata
Istimewa
Deputi Bidang Pengebangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di sektor pariwisata, sangat penting memperkuat kepercayaan masyarakat.

Menurut data dari McKinsey, masyarakat Indonesia mayoritas khawatir tentang penggunaan layanan transportasi umum, bepergian menggunakan pesawat dan menginap di hotel.

Tiga kategori kegiatan tersebut sangat terkait dengan sektor pariwisata.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya mengatakan, hampir seluruh destinasi wisata dan pelaku wisata di seluruh Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE.

Namun, perlu ada kerja sama antara pengusaha hotel, wisatawan, serta pemerintah pusat dan daerah untuk mempublikasikan penerapan protokol kesehatan.

Baca: Kemendag: Industri Pariwisata Dukung Sistem Perdagangan yang Optimal

“Kita perlu mempublikasikan, menginformasikan kepada dunia dan domestik bahwa protokol-protokol kesehatan sudah diterapkan di seluruh touch point customer journey di Indonesia, seperti di bandara dan di hotel,” kata Nia saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2020).

“Teman-teman industri (perhotelan), kita harus sama-sama mempublikasikan. Industri bisa mengunggah pesan atau materi pelaksanaan protokol kesehatan melalui media sosial masing-masing," tambahnya.

Dengan usaha bersama dalam penerapan dan kampanye protokol kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca: Rp 1 Triliun Anggaran Disiapkan untuk Pulihkan Sektor Pariwisata

"Sehingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kembali bergerak, produktif, namun tetap aman dari COVID-19," kata dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas