Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ramon Y Tungka Cerita Pengalaman Daki Gunung Kilimanjaro, Setahun Latihan, Menuju Puncak Sempat Drop

Menurut Ramon, selain fisik dan perbekalan, hal lain yang tak kalah penting untuk disiapkan menjelang pendakian, adalah mental.

Ramon Y Tungka Cerita Pengalaman Daki Gunung Kilimanjaro, Setahun Latihan, Menuju Puncak Sempat Drop
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Aktor Ramon Yusuf Tungka saat dijumpai ditemui saat pembukaan sebuah gerai penjual perlengkapan outdoor, di Jakarta, Sabtu (15/12/2018). Kendati sering mengunjungi Papua, Ramon Yusuf Tungka tak pernah bosan berkunjung ke pulau berbentuk kepala burung tersebut. Bahkan Ramon lupa berapa kali ia telah mengunjunginya, karena terlalu seringnya. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Jaraknya menurut Ramon hanya tinggal ratusan meter saja. 

Tetapi, rasa jenuh, bosan, dan lelah saat melakukan pendakian selama berhari-hari nyaris membuatnya menyerah dan merasa tak kuat lagi untuk melanjutkan.

"Dinginnya minus 20 derajat, apalagi makin pagi makin dingin, masuk angin, stres juga ada. Kalau sudah di atas gunung, apapun bisa terjadi. Padahal tinggal ibaratnya kalau jalan kaki 30 menit sampe puncak. Saya kayak mau nangis, ya Allah saya gak kuat," ungkapnya.

Meski sudah berlatih selama setahun, namun saat itu berbagai hal turut dirasakan Ramon menjelang sampai puncak.

Mulai dari rasa gemetar, mual-mual, lelah, kedinginan, muntah, sampai timbul perasaan jenuh.

"Itu hampir nangis. Tapi yang membuat saya beneran nangis, adalah saya inget omongan anak saya," tuturnya.

Satu-satunya hal yang memotivasi Ramon untuk kembali bangkit adalah sang anak.

Menurut Ramon, tujuannya selama ini berlatih demi pendakian ke Gunung Kalimanjaro untuk mengibarkan sang merah putih sekaligus membawa cerita kepada sang anak.

"Saya keluarin Hp saya dari jaket, saya copot sarung tangan, cuma mau lihat video anak saya ngomong 'Papa hati-hari ya, nanti pulang main lagi', lihat itu doang saya langsung nangis. Itu spirit saya," cerita Ramon.

"Akhirnya saya bisa bangkit, hajar. Buat apa sampai sini latihan setahun kalau tinggal dikit lagi gue runtuh. Saya lihat foto anak saya, saya nangis, saya berdiri. Tujuan saya setahun latihan inten sampai atas dengan tujuan ngibarin bendera Indonesia dan pulang bawa cerita buat anak. Karena akhirnya ekspedisi atau perjalanan tujuannya hanya satu, pulang ke rumah dengan selamat sehat," pungkasnya. 

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas