Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Menelisik Urgensi Akreditasi Perguruan Tinggi Swasta di Daerah

Belakangan ini mulai muncul trend atau ada kecenderungan para alumni dan mahasiswa suatu Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguru

Ditulis oleh : Abdul Rahman, Ketua I Bidang Akademik. STIH Cokroaminoto Pinrang, Arya Efendy Bada Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Cokroaminoto Pinrang

TRIBUNNERS - Belakangan ini mulai muncul trend atau ada kecenderungan para alumni dan mahasiswa suatu Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta mendatangi lagi lembaga almamaternya.

Bukan untuk sekedar melepas rasa rindu terhadap adik-adik kelasnya maupun sekedar bertemu dengan dosen-dosen waktu semasa kuliah dulu, namun untuk suatu kepentingan mendapatkan informasi tentang peringkat akreditasi almamaternya.

Informasi ini sangat diperlukan karena beberapa perusahaan atau institusi yang menampung para lulusan perguruan tinggi saat ini telah menjadikan peringkat akreditasi sebagai salah satu syarat dan indikator melihat kualitas pencari kerja yaitu dengan melihat kondisi real almamaternya terlebih dahulu.

Demikian pula bagi calon mahasiswa baru yang akan mendaftar pada pada suatu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di daerah, terlebih dahulu akan mempertanyakan status peringkat akreditasi PTS tersebut.

Hiruk  pikuk  mengenai  Akreditasi  Perguruan  Tinggi (APT)  ini  semakin menghangat,  ketika  muncul  pertanyaan, "Seberapa pentingnya nilai akreditasi tersebut bagi lulusan perguruan tinggi?"

Apalagi jika dipaparkan dengan fakta dimana kompetensi pencari kerja mestinya  juga  menjadi  pertimbangan  penting bagi  perusahaan  atau  institusi  yang  ingin memanfaatkan lulusan perguruan tinggi.

Apalagi,  pada  gilirannya  pertanyaan  kritis tersebut akan bermuara pada dua hal yang sangat dikotomis. 

Pertama,  status Akreditasi  Perguruan  Tinggi (APT)  bisa  diyakini sebagai  simbol  kehebatan  institusi   untuk konteks  pendidikan tinggi,  sebab, masyarakat  sangat  terbiasa  dengan  kondisi  di mana nama  besar  institusi atau perguruan Tinggi dengan status akreditasi yang baik atau sangan baik (B atau A) sudah  dipersepsi memiliki nilai lebih begitupun sebaliknya.

Kedua, keyakinan  yang  berlebihan  itu kemudian membawa ‘’korban’’, yaitu lulusan perguruan tinggi dengan status akreditasi kurang baik, kendati secara personal  memiliki  performa  akademik  dan kepribadian  yang  baik. 

Halaman
12
Editor: Samuel Febrianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas