Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Gubernur DKI Harus Mampu Wujudkan Kamseltibcar Lalin

Indonesia Traffic Watch (ITW) mengajak seluruh masyarakat Ibukota Jakarta agar memilih Gubernur yang memiliki kepedulian dan pemahaman serta kompente

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gubernur DKI Harus Mampu Wujudkan Kamseltibcar Lalin
Istimewa
ilustrasi 

Ditulis oleh : ITW

TRIBUNNERS - Indonesia Traffic Watch (ITW) mengajak seluruh masyarakat Ibukota Jakarta agar memilih Gubernur yang memiliki kepedulian dan pemahaman serta kompentensi untuk mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, Kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas.

Sebab Lalu Lintas adalah urat nadi kehidupan dan cermin budaya serta potret modrenitas sebuah bangsa.

"Kita membutuhkan Gubernur yang mampu memotivasi seluruh masyarakatnya untuk secara bersama mewujudkan Kamseltibcar lalu lintas," kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, Minggu (23/10/2016).

Menurutnya, kemacetan di kota Jakarta saat ini sudah sampai pada tingkat “gawat darurat”.

Bahkan kemacetan sudah membunuh aktivitas dan kreatifitas masyarakat.

Bahkan, Study on Integrated Transportation Master Plan Phase II yang merupakan study gabungan Bappenas dan JICA mengungkapkan, kemacetan menimbulkan kerugian sebesar Rp 75 triliun per tahun.

Rekomendasi Untuk Anda

Kerugian itu akibat pemborosan penggunaan bahan bakar dan kerusakan kendaraan akibat terjebak kemacetan.

Ditambah lagi kerugian kesehatan dan lingkungan akibat polusi udara yang tinggi.

Sayangnya, Edison melanjutkan, Pemprov DKI kurang cepat merespon permasalahan lalu lintas.

Seharusnya Gubernur membuat kebijakan yang revolusioner seperti moratorium penjualan kendaraan baru di Jakarta untuk waktu tertentu.

Disertai upaya melakukan rekayasa lalu lintas untuk mempercepat waktu tempuh, dengan cara memberlakukan sistim satu arah.

ITW menilai, Pemprov DKI lebih memprioritaskan upaya-upaya yang beraroma proyek seperti pembangunan sembilan jembatan underpass dan flyover.

Kemudian kebijakan yang berorientasi bisnis seperti ERP yang pada kenyataannya tidak berdampak signifikan untuk mengurai kemacetan.

Sejatinya, kata Edison,dalam kondisi lalu lintas yang sudah “gawat darurat” gubernur sebaiknya membuat kebijakan yang langsung berdampak untuk mengurai kemacetan.

Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas