Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Pratu Alex, Prajurit Penjaga Perbatasan RI yang 'Menyambi' Jadi Guru Bantu
Setiap hari Pratu Alex Gunawan berkecimpung di dunia pendidikan selama kurun waktu sembilan bulan berjalan masa penugasan.
Penulis: iin Suwandi
Editor: Malvyandie Haryadi
![Pratu Alex, Prajurit Penjaga Perbatasan RI yang 'Menyambi' Jadi Guru Bantu](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/seorang-anggota-yonif-312kh-pratu-alex-gunawan-menjadi-tenaga-pendidik-di-sd-01-senaning_20161031_211204.jpg)
TRIBUNNERS - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Batalyon Infanteri (Yonif) 312/Kala Hitam di bawah Komando Operasi Kodam XII/Tanjungpura dalam melaksanakan tugas pokoknya tidak terlepas dari Program Binter. Pembinaan Teritorial merupakan tugas utama sejajar dengan pertempuran.
Salah satu yang menonjol dalam bidang Binter yang sudah diterapkan di seluruh jajaran Satgas Yonif 312/KH diantaranya adalah Tenaga Pendidik (Gadik) mengajar di sekolah-sekolah binaan, di Kecamatan Senaning Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.
Kondisi daerah perbatasan di Kalimantan Barat, khususnya infrastruktur pendidikan masih sangat terbatas dan masih kekurangan guru.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Satgas Pamtas Yonif 312/KH dalam pelaksanaan tugas operasi pengamanan perbatasan dengan menyiapkan tenaga pendidik untuk membantu mengajar di sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru.
Menjadi Guru Bantu di Perbatasan
Satu orang anggota Satgas Pamtas Yonif 312/KH berkecimpung aktif membantu mengajar di sekolah yaitu Pratu Alex Gunawan, Jabatan Tajurlis Simin Kima Yonif 312/KH.
Setiap hari Pratu Alex Gunawan berkecimpung di dunia pendidikan selama kurun waktu sembilan bulan berjalan masa penugasan.
Ia membantu mengajar di SDN 01 Senaning, Kecamatan Senaning Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Dengan semangat pengabdian yang tinggi dan berjuang tanpa pamrih, penuh dengan sukarela tanpa mengharapkan imbalan itulah niat yang selalu tertanam.
Perjalanan yang cukup jauh ditempuh dengan berjalan kaki mengingat keterbatasan sarana kendaraan.
Pratu Alex membantu mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Pendidikan Jasmani. Jumlah Guru yang ada di sekolah tersebut masih kurang hanya berjumlah tujuh orang.
Menurut pengalamannya selama berbaur dengan murid banyak suka dan duka serta haru atas keadaan yang ada. Banyak sarana dan prasarana yang belum memadai dan kondisi murid yang memprihatinkan.
Akan tetapi dengan jiwa disiplin yang dimilikinya, Pratu Alex mampu membangkitkan semangat dan antusias para muridnya dan tidak ditampiknya banyak murid yang mengatakan senang diajar sama Tentara.
Baginya menjadi seorang guru itu, bukan seberapa pintarnya kita menerangkan pelajaran kepada para murid, tetapi lebih kepada hati kita memberi sesuatu yang berguna kepada orang lain.
Sinta (10) seorang murid kelas IV SD mengatakan, bapak Tentara lebih kreatif. “Aku tidak menyangka ternyata ada tentara yang bisa mengajar. Aku kira tentara itu tugasnya untuk perang,” katanya penuh polos.
Dansatgas Pamtas Yonif 312/KH Letnan Kolonel Inf Yusuf Rizal, mengatakan tenaga pengajar Satgas Yonif 312/KH sudah disiapkan sebelum pratugas dengan harapan mampu membantu di bidang pendidikan, disamping melaksanakan tugas pokoknya.
Dari beberapa Pos yang tergelar di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat, hampir seluruhnya melaksanakan pengabdian sebagai guru di sekolah-sekolah binaan dan ada beberapa pos memang jauh dari perkampungan.
Kita patut memberi apresiasi kepada para pengawal negara ini, walau tugas utamanya menjaga wilayah perbatasan Negara kita dengan Malaysia, tapi tugas-tugas yang bersentuhan dengan masyarakat juga selalu dilakukan.
Menjadi guru bantu di daerah perbatasan merupakan tugas mulia yang belum tentu dapat dilakukan oleh kita, tetapi yang dilakukan prajurit TNI ini merupakan suatu pengabdian yang tujuannya ikut mencerdaskan generasi penerus bangsa di masa mendatang.
![Baca WhatsApp Tribunnews](https://asset-1.tstatic.net/img/wa_channel.png)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.