Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Pemberian Anugerah Al-Azhar Mesir Buat TGB Adalah Kado Terindah Al-Azhar Untuk TGB dan Indonesia

Jejak-jejak tokoh pentolan al-Azhar dari Nusantara tersebut dalam memperjuangkan Islam moderat sangat terang benderang.

Pemberian Anugerah Al-Azhar Mesir Buat TGB Adalah Kado Terindah Al-Azhar Untuk TGB dan Indonesia
Istimewa
TGB DR. Muhammad Zainul Majdi, MA menerima anugerah Al-Azhar (Ja'izat Al-Azhar) dari Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. DR. Ahmed Muhamed Ahmed Al-Tayeb, atas dedikasinya mengukuhkan nilai-nilai wasathiyyah (moderasi), muwathanah (kebangsaan) dan ta'ayusy silmy (kerukunan antar umat beragama) di Indonesia. 

Kado Terindah Al-Azhar untuk TGB dan Indonesia

KH. Imam Jazuli, Lc. MA.*

Hubungan erat ulama Nusantara dengan jaringan Timur Tengah sudah menjadi semacam sunnah. Setidaknya, uluma-ulama Nusantara jebolan Universitas al-Azhar, Mesir, sudah banyak berjasa membentuk identitas Islam Nusantara. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH. Musthafa Bisri (Gus Mus), dan M. Quraish Shihab adalah sekelumit contohnya.

Jejak-jejak tokoh pentolan al-Azhar dari Nusantara tersebut dalam memperjuangkan Islam moderat sangat terang benderang. Misalnya, tahun 2017 dalam Konferensi Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar, Lombok, M. Quraish Shihab mengatakan, “kewarganegaraan tanpa membedakan suku, agama, keyakinan adalah salah satu prinsip ajaran Islam dan bukan hasil dari impor.”

TGB DR. Muhammad Zainul Majdi, MA menerima anugerah Al-Azhar (Ja'izat Al-Azhar) dari Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. DR. Ahmed Muhamed Ahmed Al-Tayeb, atas dedikasinya mengukuhkan nilai-nilai wasathiyyah (moderasi), muwathanah (kebangsaan) dan ta'ayusy silmy (kerukunan antar umat beragama) di Indonesia.
TGB DR. Muhammad Zainul Majdi, MA menerima anugerah Al-Azhar (Ja'izat Al-Azhar) dari Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. DR. Ahmed Muhamed Ahmed Al-Tayeb, atas dedikasinya mengukuhkan nilai-nilai wasathiyyah (moderasi), muwathanah (kebangsaan) dan ta'ayusy silmy (kerukunan antar umat beragama) di Indonesia. (Istimewa)

Islam moderat, bagi Quraish Shihab, tidak hanya terlihat pada produk pemikiran melainkan juga tampak dalam perilaku keseharian. Pemikiran dan perilaku moderat ini menjadi prinsip utama dalam memahami teks-teks suci agama. Karenanya, dalam konteks warga negara, umat muslim dan non-muslim mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Dengan mengatasnamakan alumni al-Azhar, Quraish Shihab menutup sambutannya dan mengatakan, “seluruh warga dalam satu negara harus bekerjasama, tanpa membedakan ras dan agama dalam bekerja.” Deklarasi Islam Moderat dalam Konferensi Al-Azhar tersebut selain dihadiri Presiden Joko Widodo juga dihadiri Menteri Agama (Lukman Hakim Saefuddin), Gubernur Nusa Tenggara Barat (Tuan Guru Bajang Zainul Majdi), dan seluruh alumni al-Azhar dari seluruh dunia.

Sosok Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi merupakan sosok “unik” dan representatif untuk spirit moderatisme ala al-Azhar. Disebut unik, TGB Zainul Majdi semula didukung oleh kelompok-kelompok Islam radikal dalam barisan pendukung Prabowo Subianto. Tetapi, tak lama kemudian, spirit moderatisme Islam ala TGB Madji dirasa tidak cocok berada dalam barisan mereka, melainkan lebih cocok berada di partai-partai koalisi kubu Jokowi-Amin.

TGB DR. Muhammad Zainul Majdi, MA menerima anugerah Al-Azhar (Ja'izat Al-Azhar) dari Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. DR. Ahmed Muhamed Ahmed Al-Tayeb, atas dedikasinya mengukuhkan nilai-nilai wasathiyyah (moderasi), muwathanah (kebangsaan) dan ta'ayusy silmy (kerukunan antar umat beragama) di Indonesia.
TGB DR. Muhammad Zainul Majdi, MA menerima anugerah Al-Azhar (Ja'izat Al-Azhar) dari Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. DR. Ahmed Muhamed Ahmed Al-Tayeb, atas dedikasinya mengukuhkan nilai-nilai wasathiyyah (moderasi), muwathanah (kebangsaan) dan ta'ayusy silmy (kerukunan antar umat beragama) di Indonesia. (Istimewa)

Akhirnya, berjuang bersama partai-partai koalisi pendukung Jokowi-Amin, TGB Majdi gigih menegakkan Islam Moderat ala Al-Azhar. Puncaknya, TGB Zainul Majdi dipandang cukup memberikan kepuasan kepada al-mamaternya. Alhasil, Universitas al-Azhar, Kario, Mesir diwakili oleh Grand Syeikh Prof. Dr. Ahmed al-Tayeb MA memandang perlu untuk memberikan penghargaan kepada TGH Majdi sebagai sebagai contoh alumni dan tokoh penggerak Islam Moderat di Dunia. Penghargaan itu pun diserahkan di Gedung Grand Shaikh, Kario.

Ajaran Islam Moderat (Wasathiyyah Islam) ala Al-Azhar bukan perkara politik. Sebaliknya, politik digunakan hanya sebatas kendaraan dalam memperjuangkan Islam. Penghargaan Al-Azhar sebagai sebuah institusi terhadap TGB Madji dapat dimaknai sebagai pengokohan representasi al-Azhar di dunia Islam. Sehingga, tidak semua alumni boleh menjadi representasi al-Azhar. Jika ada alumni al-Azhar yang berseberangan dengan prinsip moderat maka berhati-hatilah dan waspadailah!

Penghargaan al-Azhar kepada TGB Majdi juga dapat dimengerti sebagai sinyalemen khusus kepada alumni-alumni Al-Azhar lain di bumi Indonesia. Selagi masih ingin menyandang gelar “alumnus Al-Azhar”, maka perjuangkanlah Islam Moderat. Sebab, belakangan ini institusi al-Azhar mencium adanya aroma pembusukan nama baik al-Azhar, ketika mulai bermunculan da’i-da’i radikal-fundamental yang bangga menyandang status sebagai alumni al-Azhar.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas