Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

SKT FPI dan Matinya Optimisme Publik

Komitmen Kemenag pada pemberantasan radikalisme menjadi ambigu dengan memperpanjang izin operasional FPI.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Husein Sanusi
zoom-in SKT FPI dan Matinya Optimisme Publik
Istimewa
KH Imam Jazuli menyampaikan sambutan di acara Haul KH Anas Sirajuddin 

Hari ini giliran Fachrul Razi yang membuat kegaduhan; melalui wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang, dan penerbitan SKT FPI.

Khusus kepada umat muslim, wajib hukumnya lebih bersabar, tenang, tahan emosi dan jangan mudah terpancing. Mudah terprovokasi oleh adu domba yang mengarah pada perpecahan merugikan diri sendiri.

Rakyat harus bahu-membahu agar tidak berperang satu sama lain, atas nama agama maupun alasan lain.
Bukan perkara mustahil, rakyat yang terus berkelahi atas dasar apa pun akan melahirkan buzzer-buzzer yang menuduh kegaduhan sebagai kegagalan presiden dalam menjalankan roda pemerintahan. Jika sampai gaduh seperti sebelum Pilpres kemarin, siapa yang rugi dan siapa yang untung sudah jelas.

Penulis berpikir, kegaduhan politik pra-Pilpres sudah cukup jadi pelajaran. Rakyat masih buta politik. Rakyat berjuang berdarah-darah, tapi para “penunggang gelap” yang menikmati jatah kekuasaan. Pilpres kemarin merupakan pelajaran sangat berarti dari para politisi itu, ternyata ideologi tidak betul-betul nyata. Komitmen negara untuk memberantas radikalisme tidak betul-betul serius. Bebas dari radikalisme hanya ilusi dan mimpi di siang bolong. Salah satu bukti lainnya adalah Kemenag yang bersemangat menerbitkan SKT FPI.*

*Penulis adalah alumni Universitas Al-Azhar, Mesir; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Periode 2010-2015.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas