Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Cara Bijak Atur Keuangan Keluarga Selama Pandemi Virus Corona
Pandemi virus corona membuat kita semakin sadar betapa pentingnya perencanaan keuangan. Banyak keluarga ceroboh mengelola keuangan, membuatnya rentan.
Editor: Setya Krisna Sumarga
OLEH : Ida Puspitarini W SE MSi Ak CA, Dosen FE dan Bisnis Islam IAIN Purwokerto
SATU di antara imbas dari pandemi Covid-19 adalah perekonomian keluarga. Beberapa keluarga mengeluh manajemen keuangan rumah tangganya menjadi ambyar karena penghasilan dari bisnis mereka menurun drastis.
Terlebih dengan adanya beberapa kegiatan yang harus dilakukan dari rumah, seperti school from home bagi anak-anak, maka dimungkinkan adanya pengeluaran ekstra yang harus dikeluarkan.
Jelas yang tidak bisa dielakkan adalah kuota internet dan tagihan listrik. Belum lagi pengeluaran terkait kesehatan, seperti pembelian suplemen kesehatan, masker dan hand sanitizer.
Berikut beberapa kiat yang bisa dilakukan supaya dampak financial ini bisa diminimalkan:
1. Jangan Panik
Tetap tenang dalam menghadapi keadaan ini supaya kita tetap bisa berpikir jernih. Keadaan panik akan membuat kita sulit mencari jalan keluar atau bahkan membuat kita turut melakukan panic buying yang nantinya akan semakin membuat membengkaknya pengeluaran keluarga.
Denganmemilikipikiran yang jernih bisa jadi akan membuat kita semakin kreatif untuk membuat inovasi untuk mencoba bisnis baru yang berpotensi memberikan harapan sumber penghasilan baru.
2. Lakukan Evaluasi Sumber Penghasilan
Kasus infeksi covid-19 di Indonesia hingga hari ini masih dalam jumlah yang relatif tinggi.
Meskipun ada keluarga yang tidak merasakan dampak dari pandemi ini karena penghasilan masih mengalir normal, alangkah baiknya tetap waspada dan menjaga kesehatan.
Namun, jika dampak signifikan terasa terhadap sumber penghasilan keluarga, maka di sini perlu adanya penyesuaian terhadap anggaran.
Kita perlu duduk bersama dengan seluruh anggota keluarga untuk membicarakan kondisi keuangan keluarga saat ini, termasuk bersama anak karena tidak menutup kemungkinan akan ada reduksi snack dan pengeluaran terkait makanan, membeli mainan yang tidak sebebas sebelum masa pandemi.
Alangkah baiknya kita prioritaskan anggaran untuk pengeluaran wajib seperti membeli kebutuhan sehari-hari (kebutuhan pangan), membayar uang sekolah, membayar air, istrik, membayar pinjaman.