Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Penanganan Covid

Vaksinasi Covid-19 yang Satu Kali Pemberian

Vaksinasi COVID-19 kita harapkan dapat memberi peran pentingnya dalam pengendalian pandemi COVID-19.

Vaksinasi Covid-19 yang Satu Kali Pemberian
HO/TRIBUNNEWS
Prof Tjandra Yoga Aditama - Guru Besar FKUI & Universitas YARSI.  - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO SEARO dan Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit & Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI 

Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama Guru Besar FKUI & Universitas YARSI. Mantan Direktur WHO SEARO dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa negara sudah mulai memberikan vaksinasi COVID-19, dan sekarang semua menggunakan vaksin yang harus disuntikkan dua kali, ada yang berjarak 14, 21 atau 28 hari antara yang pertama dan ke dua tergantung jenis vaksin yang dipakai.

Artinya, seseorang harus mendapat dua kali suntikan untuk mendapatkan efek proteksi yang optimal. Hal ini tentu tidak terlalu mudah pelaksanaannya karena harus ada dua kali kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan, dan akan dapat menjadi salah satu faktor mengganjal dalam kesuksesan program.

Faktor kepatuhan (compliance) mungkin dapat jadi batu sandungan. Orang mungkin saja akan datang pada kunjungan penyuntikan pertama tapi luput datang pada kunjungan kedua, bisa karena lupa, atau ada kegiatan lain yang tidak dapat ditinggalkan, atau ada halangan transportasi atau cuaca dan lainnya, atau juga merasa ada keluhan sesudah disuntik yang pertama sehingga tidak mau lagi disuntik yang ke dua, dan lainnya.

Belum lagi kalau sasaran penyuntikan adalah di daerah terpencil yang harus dijangkau dengan kapal saja, atau beberapa jam berjalan kaki, atau hanya bisa naik pesawat saja, maka tentu tidak mudah untuk dua kali berkunjung dengan berbagai masalahnya.

Karena itu berbagai pihak mulai meneliti kemungkinan vaksin COVID-19 yang bisa hanya satu kali pemberian saja, single dose, tidak perlu dua kali datang. 

Dalam 25th WHO Regulatory Update on COVID-19 tanggal 23 Desember 2020 misalnya disebutkan bahwa COVAX sudah menjajaki kemungkinan kerjasama dengan perusahaan Johnson & Johnson tentang kandidat vaksin Jansen yang sekarang sedang dalam penelitian untuk dapat diberikan satu kali saja.

Seperti diketahui COVAX yang dikelola oleh CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations), GAVI the vaccine alliance dan WHO (World Health Organization) adalah pilar vaksin dari ACT(access to COVID-19 Tools)-Accelerator yang memang berencana menyediakan 2 milyar dosis vaksin (dari berbagai jenis) untuk negara-negara di dunia yang memerlukannya.

Prinsip dasarnya adalah bahwa kalau kita mau berhasil menangani pandemi maka semua negara harus mendapat akses ke vaksin, baik yang diupayakan negara itu sendiri maupun dibantu COVAX ini.

“No one is save until every one is save”. Indonesia dan banyak negara lainnya juga sudah menjadi bagian dari COVAX ini. Nampaknya selain menggalang kerjasama dengan vaksin-vaksin yang sudah -dan akan- mendapat EUL (emergency use listing) dari WHO dan atau EUA (emergency use of authorization) dari beberapa negara maka COVAX juga membuka diri untuk melihat kemungkinan vaksin yang satu kali pemberian ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas