Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Gejolak di Partai Demokrat

Kisruh Demokrat, Strategi Komunikasi Politik Menangkan Pertarungan

KKLB dapat mencapai awal kemenangan, utamanya bila mendapat legal formal dari pemerintah, dalam hal ini Kemenkumham.

Kisruh Demokrat, Strategi Komunikasi Politik Menangkan Pertarungan
Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui para pendukungnya di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (12/3/2021). Pada kesempatan tersebut AHY mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya yang tetap mencintai Partai Demokrat dan setia pada kepemimpinannya sebagai ketua umum. Tribunnews/Jeprima 

ISLAH antara dua faksi di Demokrat, kubu legal formal (KLF) dan kubu KLB (KKLB) tampaknya semakin jauh.

Bahkan sudah terjadi saling buka kelemahan antar para pihak di ruang publik, tentu ini dipastikan merugikan Demokrat di mata publik.

Tampaknya para pihak lebih memilih berusaha memenangkan "pertarungan" politik dan secara tidak langsung memposisikan pihak lawan "tereliminasi" di ruang publik.

Karena itu, menurut hemat saya, KKLB berharap mendapat pengakuan legal formal ke depan. Sedangkan KLF menginginkan eksistensi Demokrat terus terjaga, baik secara dejure maupun defakto.

KKLB dapat mencapai awal kemenangan, utamanya bila mendapat legal formal dari pemerintah, dalam hal ini Kemenkumham.

Untuk itu, menurut saya, mereka harus melengkapi semua persyaratan yang terkait secepat-cepatnya dan mengajukannya sesegera mungkin ke Kemenkumham untuk mendapat legal fomal.

Pada waktu bersamaan, KKLB harus melakukan konsolidasi keseluruh Indonesia secara masif dan cepat.

Sebaliknya, jika KKLB tidak memperoleh legal formal, bisa jadi kelompok ini mendirikan partai baru, sepanjang mereka semua solid.

Jika tidak solid, muncul masalah baru, antara lain beberapa elitnya akan mendapat persepsi tidak menguntungkan dari sebagian masyarakat luas.

Dari aspek komunikasi politik, karir politik mereka akan sulit muncul ke permukaan.

Baca juga: Jokowi Tak Tahu Pergerakan Moeldoko di KLB Demokrat, Pengamat Heran: Kenapa Tidak Bertanya?

Baca juga: Demokrat Versi KLB Tegaskan Tak Pernah Ajak Gatot Nurmantyo untuk Kudeta,Jangan asal Bunyi

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas