Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Pejabat atau Bukan Pejabat Sah Mendapatkan Gelar Doktor Honoris Causa

Akan salah apabila memberikan gelar Dr HC kepada seseorang yang kurang memiliki rekam jejak prestasi yang baik.

Editor: Dewi Agustina
Pejabat atau Bukan Pejabat Sah Mendapatkan Gelar Doktor Honoris Causa
Ist
Megawati Seoekarnoputri saat menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Soka, Jepang pada 8 Januari 2020. 

Penulis: Dr. Uswadin, M.Pd

MEMBERIKAN penghargaan kepada seseorang yang tidak memberikan jasa atau kontribusi terhadap perkembangan masyarakat dan bangsa adalah sebuah kenaifan.

Jangankan lembaga besar, dalam skala kecil saja seseorang atau masyarakat akan memberikan penghargaan kepada seseorang atau lembaga apabila sudah memberikan jasa kepada sesama, baik itu dalam bentuk ucapan, benda atau penghargaan lainnya.

Dalam konteks kehidupan kampus, penghargaan kepada seseorang atau lembaga sering dilakukan.

Berbagai macam penghargaan yang diberikan oleh kampus, dalam hal ini universitas kepada pihak luar kampus maupun dalam kampus.

Berbagai penghargaan dimaksudkan untuk memberikan motivasi apresiasi atas peran, jasa dan prestasi seseorang sehingga dapat memberikan motivasi yang lebih bagi penerimanya serta sekaligus menjadi teladan bagi yang lainnya.

Salah satu penghargaan yang sering menjadi perbincangan adalah Penghargaan Doktor Honoris Causa (Dr. HC.) dari perguruan tinggi kepada seseorang.

Walaupun secara aturan akademis maupun aturan pemerintah pemberian gelar doktor honoris causa adalah sah, dan merupakan tradisi akademik yang berkembang di perguruan tinggi di Indonesia bahkan perguruan tinggi di luar negeri.

Peraturan Menteri Ristekdikti nomor 65 tahun 2016 tentang Gelar Doktor Kehormatan, pada pasal 1 menyatakan: Gelar doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa) merupakan gelar kehormatan yang diberikan oleh perguruan tinggi yang memiliki program Doktor dengan peringkat terakreditasi A atau unggul kepada perseorangan yang layak memperoleh penghargaan berkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan/atau berjasa dalam bidang kemanusiaan.

Sedangkan dalam pasal 2 menyebutkan (1) Perguruan tinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 menyelenggarakan program doktor yang terkait dengan jasa dan/atau karya calon penerima gelar doktor kehormatan.

Halaman
1234
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas