Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Candi Borobudur dan Pelajaran dari China

Lebih baik pemerintah mencurahkan perhatian untuk mengedukasi masyarakat agar menghargai dan mencintai peninggalan nenek moyangnya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Candi Borobudur dan Pelajaran dari China
dok pribadi
Novi Basuki 

Juga, membuat regulasi yang jelas mengenai mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan ketika berkunjung ke situs-situs bersejarah. Disertai pula dengan hukuman yang tegas bagi pelanggarnya. 

Tapi repotnya, karakter masyarakat Indonesia berbeda dengan masyarakat China.

Masyarakat China relatif tunduk dan, menurut survei yang dilakukan Edelman pada 2020, menaruh kepercayaan yang tinggi kepada pemerintahnya. Sementara pemerintah Indonesia, kelihatannya sudah terjerembap pada apa yang oleh Xi Jinping sebut sebagai “Taxituo xianjing” alias “jebakan Tacitus”. Yakni, suatu perangkap yang bakal menjerat pemerintah, sehingga apapun yang dikatakan atau dilakukan, senantiasa dianggap kebohongan atau kesalahan belaka oleh rakyatnya.

Penyebabnya, mungkin karena sebelum mengambil keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, pemerintah Indonesia belum terbiasa memusyawarahkan terlebih dahulu dengan rakyatnya.

Sebaliknya pemerintah China, terlepas bagaimanapun buruknya sistemnya di mata negara demokratis, biasanya akan memusyawarahkannya terlebih dahulu --baik secara tidak langsung melalui wakil rakyat di parlemen, maupun secara langsung dengan rakyat lewat angket jajak pendapat yang bisa diisi seluruh penduduk China di kanal-kanal pemerintahnya.

Pengalaman-pengalaman baik pemerintah negara manapun --tak terkecuali pemerintah China-- dalam mengelola negaranya, tak ada salahnya kita pelajari.

Filsuf agung Konfusius pernah berujar, “Bu chi xia wen”: jangan pernah malu bertanya bahkan kepada mereka yang kau anggap derajatnya lebih rendah darimu.

Rekomendasi Untuk Anda

*) Penulis buku “Islam di China: Dulu dan Kini” (Penerbit Buku Kompas, 2020)

Halaman 3/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas