Ojol Affan: Menyatukan Perjuangan Rakyat
Affan Kurniawan, pengemudi ojol, meninggal saat demo di Pejompongan, memicu solidaritas dan protes terhadap aparat brutal.
Editor:
Glery Lazuardi
Ari Junaedi
Ari Junaedi adalah akademisi, konsultan komunikasi & Direktur Lembaga Kajian Nusakom Pratama Institute
TRIBUNNEWS.COM - Di jalan berdebu, di antara bising klakson dan asap mesin Engkau pernah menjadi denyut kecil kehidupan kota
Membawa pesan, makanan, harapan, menjemput rezeki dari pagi hingga larut malam Semalam, di tengah gelombang suara yang menuntut keadilan. Di antara lautan manusia yang berdiri bukan untuk diri sendiri
Langkahmu terhenti bukan karena lelah tapi karena kerasnya roda kekuasaan yang kalah oleh amarah.
Saudaraku, Affan
Jaket hijau yang dulu hanya jadi tanda arah, kini menjelma bendera duka
Di tubuhmu yang terbaring tenang, ada jejak luka bangsa yang masih mencari arti keberanian.
Engkau bukan sekadar pengemudi, engkau adalah anak dan harapan. Dan kini namamu menjelma doa di bibir kami.
Biarlah riuh knalpot hari ini merendah karena bangsa sedang berkabung, menyimpan sunyi untuk satu nyawa yang tak semestinya padam. Pergilah dengan tenang, pahlawan tanpa bintang palsu di dada
Semoga jalanmu di alam sana tak lagi macet oleh kebengisan, tak lagi sesak oleh ketidakadilan.
Dan, kami yang ditinggalkan akan terus menyalakan ingatan bahwa darahmu tak boleh sia-sia bahwa keberanianmu adalah tanda bahwa kemanusian lebih tinggi dari seragam mana pun.
Selamat jalan, Affan Langit malam kini menyimpan lampu hijau bagimu, tak lagi redup, tak lagi padam, hanya terang menuntumu pulang
Berlarik-larik kalimat puisi yang ditulis Harryka Joddy tersebut seakan mewakili perasaan publik yang berduka sekaligus geram dengan keadaan yang semakin susah di sebelas bulan terakhir ini.
Bayangkan program efisiensi dan pengetatan anggaran mulai diberlakukan pemerintah langsung berimbas ke semua aspek kehidupan.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan