Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Ojol Affan: Menyatukan Perjuangan Rakyat

Affan Kurniawan, pengemudi ojol, meninggal saat demo di Pejompongan, memicu solidaritas dan protes terhadap aparat brutal.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Ojol Affan: Menyatukan Perjuangan Rakyat
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PEMAKAMAN AFFAN KURNIAWAN - Sejumlah kerabat dan para pengemudi ojek online (ojol) berdoa saat pemakaman Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Affan Kurniawan yang merupakan pengemudi ojek online meninggal akibat terlindas mobil rantis Brimob saat ricuh Aksi 28 Agustus 2025. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ari Junaedi

Ari Junaedi adalah akademisi, konsultan komunikasi & Direktur Lembaga Kajian Nusakom Pratama Institute

TRIBUNNEWS.COM - Di jalan berdebu, di antara bising klakson dan asap mesin Engkau pernah menjadi denyut kecil kehidupan kota

Membawa pesan, makanan, harapan, menjemput rezeki dari pagi hingga larut malam Semalam, di tengah gelombang suara yang menuntut keadilan. Di antara lautan manusia yang berdiri bukan untuk diri sendiri

Langkahmu terhenti bukan karena lelah tapi karena kerasnya roda kekuasaan yang kalah oleh amarah.

Saudaraku, Affan

Jaket hijau yang dulu hanya jadi tanda arah, kini menjelma bendera duka

Rekomendasi Untuk Anda

Di tubuhmu yang terbaring tenang, ada jejak luka bangsa yang masih mencari arti keberanian.

Engkau bukan sekadar pengemudi, engkau adalah anak dan harapan. Dan kini namamu menjelma doa di bibir kami.

Biarlah riuh knalpot hari ini merendah karena bangsa sedang berkabung, menyimpan sunyi untuk satu nyawa yang tak semestinya padam. Pergilah dengan tenang, pahlawan tanpa bintang palsu di dada

Semoga jalanmu di alam sana tak lagi macet oleh kebengisan, tak lagi sesak oleh ketidakadilan.

Dan, kami yang ditinggalkan akan terus menyalakan ingatan bahwa darahmu tak boleh sia-sia bahwa keberanianmu adalah tanda bahwa kemanusian lebih tinggi dari seragam mana pun.

Selamat jalan, Affan Langit malam kini menyimpan lampu hijau bagimu, tak lagi redup, tak lagi padam, hanya terang menuntumu pulang

Berlarik-larik kalimat puisi yang ditulis Harryka Joddy tersebut  seakan mewakili   perasaan publik yang berduka sekaligus geram dengan keadaan yang semakin susah di sebelas bulan terakhir ini. 

Bayangkan program efisiensi dan pengetatan anggaran mulai diberlakukan pemerintah langsung berimbas ke semua  aspek kehidupan.

Halaman 1/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas