Menilik Prestasi Kerja dan Fungsi PPATK
PPATK laporkan perputaran dana Rp2.085 triliun 2025, hasil analisis naik tapi tindak lanjut hukum masih rendah.
Editor:
Glery Lazuardi
Dalam membaca hasil temuan PPATK, kita selalu dapat melihat gambaran hasil kerja dan kemampuan pendeteksian terhadap laporan keuangan sekaligus gambaran situasi kriminalitas dan penegakan hukum di Indonesia. Kita perlu mengapresiasi kerja keras PPATK dalam mendukung sistem penegakan hukum.
PPATK menjadi andalan dalam mendeteksi kejahatan maupun pengungkapan sebuah jaringan kejahatan. PPATK menjadi salah satu kunci jawaban untuk pengungkapan kejahatan secara lebih modern dan responsif. Lebih jauh lagi masyarakat tentu b e r h a r a p b a n y a k k e p a d a P PAT K d a l a m meningkatkan pendeteksian dini terhadap potensi dan risiko kejahatan. Tetapi tentu tidak boleh hanya berhenti disitu saja. Masyarakat juga ingin melihat efektivitas kerja sistem penegakan hukum. Diharapkan dengan peningkatan produk PPATK, keuntungan tersebut juga dapat meningkatkan jumlah tindak lanjut penegakan hukum yang seterusnya akan mampu menurunkan angka kejahatan di Indonesia.
Harapan besarnya tentu kredibilitas lembaga keuangan Indonesia meningkat, penegak hukum yang semakin produktif dan profesional, serta terpeliharanya situasi keamanan dalam dunia usaha maupun keamanan di masyarakat. Langkah strategis dan kebijakan tentu masih akan terus dibutuhkan disesuaikan dengan perkembangan masyarakat hingga teknologi.
Kerjasama dan sinergisitas antar pihak diperlukan untuk membangun pencapaian tujuan bersama serta komitmen besar untuk menciptakan Indonesia yang aman, nyaman, adil, dan berkepastian hukum.
Tantangan akan terus ada, namun optimisme dan harapan harus tetap dipelihara. Inilah yang telah ditunjukkan oleh konsistensi kerja PPATK. Ke depan, PPATK tetap akan menjadi salah satu andalan dalam penegakan hukum dan menjadi bagian dari upaya negara untuk memulihkan kekayaan negara dan mencegah kebocoran kekayaan negara.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan