Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
Live
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tribunners / Citizen Journalism

Prabowonomics vs Narasi Sell Indonesia

Narasi 'sell Indonesia' dipicu Prabowonomics, investor asing melepas aset, IHSG dan rupiah tertekan, negara dorong kontrol SDA

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Prabowonomics vs Narasi Sell Indonesia
Dok Pribadi
Profile Tribunners: Muhammad Syarkawi Rauf - Dosen FEB Unhas/ Ketua KPPU RI Tahun 2015 -2018 
Memuat video…

Sentimen negatif investor global terhadap kebijakan-kebijakan di atas membuat investor asing melepas instrumen keuangan Indonesia. “Sell Indonesia” menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah per dollar AS ke level terendah.

Demikian juga dengan kepemilikan asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai sekitar 41 persen tahun 2018, menjadi hanya 13 persen pada akhir tahun 2025. Turun sekitar 8,0 persen dalam tujuh tahun terakhir. 

Artinya, fenomena “sell Indonesia” bukan hal baru, tetapi dalam seminggu terakhir narasi tersebut diviralkan sebagai bentuk perlawanan terhadap Prabowonomics yang mengutamakan kontrol negara (state developmentalism).

Strategi state developmentalism bukan hal baru secara global. Strategi ini juga dijalankan oleh pemerintah China. Namun perbedaannya, state capitalism China dijalankan dalam regim kontrol arus modal ketat (capital control). Hal ini mengurangi dampak sentimen negatif investor global terhadap nilai tukar yuan China per dollar AS. 

Sebaliknya dengan Indonesia, state capitalism dijalankan dalam regim free capital mobility (kebebasan arus modal). Akibatnya, sentimen negatif akibat perubahan kebijakan (policy uncertainty) menyebabkan net outflow modal asing dari instrumen keuangan Indonesia yang menekan IHSG, kurs rupiah, harga SBN, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).  

Lalu, apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan BI menghadapi narasi “sell Indonesia” yang diviralkan dari Singapura? Langkah pertama, tetap konsisten mengusung gagasan Prabowonomics dengan konsep kapitalisme negara. 

Langkah kedua, menjaga stamina BI agar intervensi di pasar valuta asing untuk melawan narasi “sell Indonesia” tidak menggerus cadangan dollar AS di BI yang saat ini sekitar 145 milyar dollar AS. Di awal tahun 2026 jumlahnya mencapai 156 milyar dollar AS. 

Rekomendasi Untuk Anda

Langkah ketiga, mengelola persepsi risiko terhadap perekonomian nasional (country risk premium) untuk melawan narasi “sell Indonesia”. Terutama tingginya persepsi risiko yang bersumber dari disiplin fiskal yang buruk. Saatnya, pemerintah membenahi sisi fiskal khususnya program populis yang menyerap anggaran terlalu besar. 

Langkah keempat, tetap membuka opsi menaikkan suku bunga acuan, BI rate menjadi 5,75 – 6,0 persen sebagai kompensasi atas risiko memegang asset rupiah yang tinggi. Langkah ini juga untuk melawan narasi “sell Indonesia” yang diviralkan dari Singapura.

Langkah kelima, membawa kembali investor asing ke instrumen SBN dan pasar saham domestik dengan narasi “buy Indonesia” diikuti perbaikan nyata di semua aspek, dimulai dari komunikasi kebijakan yang lebih teknokratis.  

Akhirnya, negara, dalam hal ini Prabowonomics tidak boleh kalah dengan narasi “sell Indonesia” yang telah menjadi gerakan perlawanan terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo. 

Narasi “sell Indonesia” justru harus semakin memperkuat posisi pemerintah dalam menggeser pendulum ekonomi nasional dari market mechanism yang dikendalikan oleh invisible hand menjadi market mechanism yang dikendalikan oleh pemerintah (visble hand).

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas