Jumlah tersebut meningkat dari total pemangkasan BBM di kuartal pertama, dimana Moskow hanya mengurangi pasokannya sebanyak 500.000 barel per hari.
Meski pemangkasan seperti ini bukan kali pertama yang dilakukan Rusia dan Arab Saudi, namun imbas pemangkasan telah memicu kekhawatiran pasar atas kemungkinan krisis pasokan minyak dari negara produsen OPEC+.
"Tanda-tanda pengetatan di pasar fisik terus mendorong harga minyak mentah lebih tinggi. Pemotongan produksi oleh aliansi OPEC+ terus mengurangi pasokan karena pasar khawatir terhadap ketegangan baru di Timur Tengah," imbuh analis ANZ.
Baca tanpa iklan