Sebagian besar dari Jakarta sebanyak 30 kasus, Jawa Barat 12 kasus dan Banten sebanyak empat kasus.
Sedangkan kasus lainnya terdeteksi di Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Utara, Riau, Yogyakarta, Kalimantan Timur.
Yurianto yang juga menjabat sebagai Dirjen Kementerian Kesehatan untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ini menilai, kemungkinan jumlah kasus akan terus mengalami kenaikan signifikan.
Yurianto merujuk pada kemungkinan yang akan terjadi beberapa hari ke depan ini.
Kini pemerintah fokus menelusuri orang-orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien positif ini.
Sebab orang yang termasuk kelompok ini akan lebih mudah teridentifikasi dan diuji.
Negara terpadat keempat di dunia ini telah menguji lebih dari 2.300 sampel atas Covid-19.
Pemerintah mempersiapkan 132 rumah sakit rujukan di seluruh daerah dan mengerahkan 109 rumah sakit militer.
Selain itu juga ada 53 rumah sakit polisi dan 65 rumah sakit yang dioperasikan BUMN.
Semua unit fasilitas kesehatan ini memang dikhususkan untuk penanganan pasien Covid-19 di sana.
Sementara itu, rumah sakit swasta juga berkomitmen untuk memberikan 300 tempat tidur untuk mendukung pemberantasan wabah asal China ini.
Sebelumnya, Indonesia telah menangguhkan visa kedatangan warga asing selama satu bulan, mulai dari Jumat (20/3/2020).
Visa yang diberhentikan sementara ini meliputi Bebas Visa Kunjungan (BVK), Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival) dan Bebas Visa Diplomatik/Dinas.
Indonesia juga melarang masuk warga negara dari Iran, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Swiss, Vatikan dan Inggris yang sudah berlangsung selama 14 hari terakhir ini.
Sementara itu, pembatasan kepada wisatawan dari Cina dan Kota Daegu Korea Selatan dan provinsi Gyeongsangbuk-do tetap berlaku. (Tribunnews/Ika Nur Cahyani)