Artinya: “Dari ash-Shunabihi, bahwa ia mendengar Abu Bakar ash-Shiddiq berkata: ‘Sesungguhnya doa seorang saudara untuk saudaranya karena Allah adalah doa yang dikabulkan.’” (Al-Jami’ al-Kabir [Kairo: al-Azhar asy-Syarif], vol. 14, h. 90)
Bahkan, para malaikat turut mengaminkan doa tersebut serta mendoakan kebaikan serupa bagi orang yang berdoa.
Oleh karena itu, saat mendoakan jamaah haji, sejatinya ia juga sedang membuka pintu kebaikan bagi dirinya sendiri.
Syekh Mulla al-Qari (wafat 1014 H) menjelaskan:
قِيْلَ: كَانَ بَعْضُ السَّلَفِ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْعُوَ لِنَفْسِهِ يَدْعُو لِأَخِيْهِ الْمُسْلِمِ بِتِلْكَ الدَّعْوَةِ، لِيَدْعُوَ لَهُ الْمَلَكُ بِمِثْلِهَا فَيَكُونَ أَعْوَنَ لِلِاسْتِجَابَةِ
Artinya: “Dikatakan bahwa sebagian kalangan salafusshalih apabila hendak berdoa untuk dirinya sendiri, terlebih dahulu ia mendoakan saudaranya sesama muslim dengan doa yang sama, agar malaikat mendoakan untuknya semisal itu pula. Dengan demikian, hal tersebut lebih membantu terkabulnya doa.” (Mirqah al-Mafatih Syarh al-Misykah al-Masabih [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 4, h. 1526)
Maka dari itu, memanjatkan doa saat melepas saudara kita yang akan berangkat haji merupakan kesunnahan yang dianjurkan dan termasuk momentum mustajabnya doa. Sehingga perlu kiranya untuk diperhatikan.
(Tribunnews.com/Rifqah)
Baca tanpa iklan