TRIBUNNEWS.COM - Dokter Adrian Setiaji menjadi salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban selamat dalam tragedi Itaewon.
Dokter yang getol mengedukasi masyarakat melalui Instagram @doktermedok ini membagikan kisahnya saat selamat dari tragedi Itaewon.
Diketahui, tregedi Itaewon telah memakan korban sebanyak 154 orang per Senin (31/10/2022) pagi.
Saat ini, investigasi terkait penyebab tragedi pesta Halloween di Itaewon masih berlangsung.
Baca juga: Kesaksian WNI pasca Kejadian Tragedi Pesta Haloween di Itaewon, Terdengar Teriakan Pilu Minta Tolong
Banyak cerita dari para korban selamat tragedi Itaewon tersebut, satu di antaranya dari WNI yang berada di Korea Selatan, dr Adrian Setiaji.
Ia merupakan korban selamat dari tragedi maut yang terjadi di kawasan Itaewon, Seoul, Korea Selatan, semalam, Sabtu (29/10/2022).
Dokter asal Semarang ini mengungkapkan, dirinya saat itu memang berada di Itaewon.
Tujuan sebenarnya yakni hanya untuk menjari makanan dan sekaligus menikmati suasa Halloween di sana.
Ia ingin melihat suasana Halloween yang cukup terkenal di sana yang menampilkan kostum-kostum seram ala hantu.
"Malam tadi memang udah plan hangout ke Itaewong. Untuk cari dinner dan liat keseruan hallowen (penasaran sama kostum-kostum gokilnya)," tulis Adrian melalui instagram @dokermedok.
Adrian sempat kaget dengan ramainya orang yang berada di stasiun Itaewon.
"Begitu sampe di stasiun Itaewon, ramainya sudah gila bener. Dan ternyata sampai di jalanan Itaweon terutama gang area clubnya," ungkapnya.
Baca juga: Update Korban Pesta Halloween di Itaewon, Ada 154 Koban Tewas, Ini Rinciannya
Awalnya ia berfikir suasana Halloween memang seramai itu di sana.
Tapi penilaian awalnya itu berubah, ia melihat mulai ada sesuatu yang tidak wajar di sana lantaran orang-orang mulai berdesakan.
Akhirnya ia pun memutuskan untuk pindah tempat dari Itaewon untuk selanjutnya menikmati makan malam.
Benar saja, saat ia pulang sekitar pukul 21.30 waktu setempat, suasana semakin menggila. Gang-gang jalanan semakin sesak penuh diisi oleh lautan manusia.
"Tapi lama-lama mulai ngga make sense, sampai bener-bener stuck untuk jalan dan desak-desakan parah. Akhirnya mutusin untuk pindah tempat dari Itaewon dan makin makan (aku pulang jam 21.30/22.00) makin parah lagi ramenya," ungkapnya.
Ia bersykur bisa selamat dalam dalam tragedi mengerikan yang menewaskan lebih dari 150 orang itu.
Baca juga: Korea Selatan akan Lakukan Investigasi Menyeluruh Tragedi Pesta Halloween di Itaewon
Situasi Chaos
Seorang WNI yang berada di Seoul bernama Patricia Febriola juga menceritakan detik-detik mencekam tragedi perayaan Halloween di Itaewon.
Patricia sempat mengikuti perayaan malam Halloween di kawasan Itaewon itu.
Ketika peristiwa terjadi dirinya melihat kondisi sangat chaos.
"Chaos banget merinding banget ada di situasi seperti ini," ujar Patricia saat dikonfirmasi Tribun via akun Instagramnya, Minggu (30/10/2022).
Ia sempat merekam situasi dan kondisi sebelum peristiwa memilukan terjadi.
Dalam rekaman tersebut terlihat banyak orang yang duduk-duduk dan berfoto-foto ria di trotoar dan pinggiran toko serta kafe menggunakan kostum Halloween masing-masing.
Beruntung saat kejadian terjadi ia bisa lolos dari maut karena lokasi rumah berada di dekat kawasan Itaewon.
"Puji Tuhan banget lokasi rumahku tidak jauh dari Itaewon jadi aku bisa langsung balik jalan kaki," ujarnya, seperti diberitakan Tribunnews sebelumnya.
Sementara itu, seorang warga negara Indonesia (WNI) yang sedang menempuh pendidikan master di Universitas Hanyang Beta Bayusantika (27) menceritakan, kondisi sehari setelah kejadian mencekam di pesta Haloween Itaewon.
Beta menyaksikan, saat hari Minggu atau sehari setelah tragedi Haloween Itaewon itu, kawasan Itaewon dipadati oleh banyak warga, pejalan kaki dan korban yang masih ada sejak malam sebelumnya.
Usai tragedi Haloween Itaewon, orang-orang yang kecewa berkumpul di belakang garis polisi di seberang jalan, menunggu kabar terbaru.
Beta yang berencana menikmati kawasan perbelanjaan dan hiburan hits itu malah melihat kejadian yang tidak akan ia lupa selama hidupnya.
"Saya ke sana mungkin jam 9 sampai 10 malam di Stasiun Itaewon. Itu sangat ramai. Dari sudut gang, kami melihat banyak orang berusaha keluar dari sana. Itu sangat memilukan," katanya saat wawancara dengan The Korea Times, Minggu.
Laporan Korea Times, pejabat setempat telah mengonfirmasi bahwa sebanyak 154 orang telah tewas dan 133 orang terluka pada tragedi yang terjadi di Itaewon.
Dalam tragedi di Itaewon, korban didominasi remaja dan dewasa muda berusia 20-an tahun.
Perdana Menteri Korea Selatan Han Duck-soo menjanjikan penyelidikan menyeluruh terhadap pesta Halloween yang berujung mengerikan itu.
(Tribunnews.com/Tio, Rina Ayu)