News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Taiwan sigap menghadapi gempa – Pelajaran apa yang bisa dipetik Indonesia?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Taiwan sigap menghadapi gempa – Pelajaran apa yang bisa dipetik Indonesia?

Beberapa longsor seperti itu terjadi di dekat episentrum gempa bumi, tidak jauh dari Hualien, pada Rabu (03/04) . Reruntuhan menimpa terowongan dan jalan raya, menghancurkan kendaraan dan menewaskan beberapa orang.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat, Taiwan dan perairan di sekitarnya tercatat mengalami 2.000 gempa dengan magnitudo setidaknya 4,0 sejak 1980. Setidaknya 100 gempa berkekuatan magnitudo di atas 5,5 terjadi pada periode ini.

Bagaimana Taiwan belajar dari Gempa 1999?

Pada 21 September 1999, gempa sebesar 7,3 magnitudo menewaskan 2.415 orang, melukai lebih dari 10.000 lainnya, dan meruntuhkan lebih dari 100.000 rumah.

Pusat gempa berada di Taiwan tengah di sepanjang pantai barat dekat Nantou dan Taichung. Bencana alam itu mengeklaim jumlah korban jiwa paling besar di Taiwan sejak Perang Dunia II – banyak orang Taiwan masih terpatri pada memori naas itu.

Bisa dibilang Gempa 1999 adalah “alarm” bagi Taiwan. Gempa yang lazim disebut “Gempa 921” – karena terjadi pada 21 September – memicu otoritas setempat merevisi aturan pembangunan gedung supaya tahan guncangan sekaligus memperkuat undang-undang penanggulangan bencana.

Daniel Aldrich, profesor bidang ilmu politik dan kebijakan publik di Northeastern University, mengatakan Gempa 1999 membuat pemerintahan Taiwan mereformasi sistem tanggap darurat dan mitigasi bencana.

“Banyak pengamat mengkritik respons Taiwan pada gempa 21 September 1999 karena kala itu butuh waktu berjam-jam bagi tim SAR untuk datang dan anggota regu dinilai kurang latihan. Koordinasi juga buruk,” ujar Aldrich.

“Saya rasa kita tengah melihat hasil [perbaikan mitigasi Taiwan] melalui gempa terakhir ini.”

Setiap 21 September, seluruh penduduk Taiwan melakukan simulasi bencana dan mengirimkan pesan-pesan peringatan gempa atau tsunami ke ponsel-ponsel warga. Berbagai sekolah dan perkantoran di penjuru Taiwan juga melakukan latihan keselamatan.

Media publik dan telepon genggam juga secara rutin memberitahu pengguna tentang gempa dan tips keselamatan.

Wu Yi-min, seorang profesor di Universitas Nasional Taiwan, mengatakan dalam dua dekade terakhir masyarakat bisa memperoleh notifikasi gempa dalam waktu 15 detik setelah gempa terjadi.

Salah satu yang menjadi pujian pakar terhadap Taiwan adalah otoritas senantiasa terus memperbarui level ketahanan gempa bagi bangunan baru dan lama meski ini bisa meningkatkan biaya konstruksi.

Taiwan pun menawarkan subsidi bagi para warga yang mau mengecek ketahanan gempa gedung mereka.

Taiwan juga tidak jera menghukum mereka yang melanggar.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini