News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Menteri Pertahanan Israel: Kami Membayar Mahal Perang di 7 Front Selama 8 Bulan Terakhir

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengunjungi pasukan Israel di dekat perbatasan Gaza pada 4 Januari 2024. Foto: Jerussalem Post/Kementerian Pertahanan Israel

Menteri Pertahanan Israel: Kami Membayar Mahal Perang di 7 Front Selama 8 Bulan Terakhir

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengakui kalau perang yang dilancarkan pihaknya selama delapan bulan terakhir di Jalur Gaza memiliki konsekuensi serius bagai negaranya.

Gallant mengakui, perang yang cenderung meluas menjadi konflik di kawasan menjadi hal yang sulit untuk dihadapi Israel.

Secara terbuka, Galant menyebut apa yang terjadi belum pernah diprediksi sebelumnya oleh badan militer maupun keamanan Israel.

Baca juga: Pakar Militer: Jeda Pertempuran Indikasikan Jenderal Israel Mulai Mbalelo, Siap-siap Resign Massal

“Perang sulit yang kami lancarkan merupakan sebuah kejutan, dan kami telah membayar harga yang mahal yang belum pernah kami lihat sebelumnya.”

Gallant juga menyinggung soal serangan 7 Oktober Banjir Al-Aqsa yang menurutnya menjadi kegagalan terbesar Israel dalam melindungi dirinya sendiri.

"Kegagalan yang menyakitkan akan diperiksa dan dipelajari, dan pelajaran ini akan mempengaruhi masa depan kita di bumi ini," kata dia.

Atas serangan itu, Israel melancarkan invasi militer besar-besaran ke Jalur Gaza dengan menetapkan tiga target, yaitu membebaskan para sandera Israel yang ditahan di Gaza, memberangus Hamas, dan mencegah terulangnya peristiwa 7 Oktober dengan mengendalikan Gaza pada skenario 'The Day After War'.

Baca juga: Suku-Suku di Gaza Tolak Jadi Antek Israel, Hamas Justru Ditikam Bos Intelijen Otoritas Palestina?

Pesawat F-16 yang digunakan Israel untuk membombardir Lebanon selatan (Uriaf Sinai)

Gallant menyadari, invasi militer IDF ke Gaza membuat eskalasi pertempuran meluas ke kawasan.

Setelah delapan bulan meluncurkan agresi dan belum juga mencapai target di Gaza, Israel kini diakui Gallant menghadapi 7 front pertempuran yang menguras segala hal di Israel.

Atas hal ini, dia menyebut Israel memang membayar mahal atas kegagalannya mencegah serangan 7 Oktober tersebut.

“Pasukan militer (IDF), Mossad, dan dinas keamanan (Shin Bet) telah berperang di 7 front selama 8 bulan, dan ini adalah perang yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” katanya.

“Kepemimpinan keamanan dan politik harus menyelidikinya untuk memahami bagaimana hal tersebut terjadi sehingga musuh mampu membangun kemampuan defensif dan ofensif yang menyebabkan 7 Oktober," kata Gallant.

Baca juga: Maut Menanti Israel di Rafah, Bersiap Hadapi Terowongan Maut, Ruang Komando, Markas Rahasia Hamas

Tangkap layar video yang menunjukkan tentara Israel (IDF) tengah mengevakuasi rekan mereka yang terluka di pertempuran di Rafah. (khaberni/HO)

IDF Menderita di Rafah

Terkait situasi yang dihadapi IDF dalam agresinya di Gaza, seorang tentara Israel berpangkat Kolonel mengakui IDF menderita di Rafah.

'Pasukan kami menderita di Rafah,' kata tentara Pendudukan Israel berpangkat kolonel.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini