Departemen Luar Negeri AS menghargai kepala Aqil senilai 7 juta dolar Amerika atau sekitar Rp106 miliar.
Dikutip dari Al Jazeera, Aqil menjadi buron pemerintah Amerika sehubungan dengan perannya mengebom Kedutaan Besar AS di Beirut pada 1983 dan barak Korps Marinis AS.
Dalam pengeboman Kedubes AS, 63 orang tewas, sedangkan insiden yang menargetkan barak Korps Marinis AS menyebabkan kematian 241 personel AS.
Organisasi Jihad Islam, kelompok sayap Hizbullah di mana Aqil merupakan anggota senior, mengeklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Aqil juga mengarahkan penangkapan tawanan AS dan Jerman pada 1980-an, menurut pejabat AS.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)