TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini rentetan peristiwa dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1244, Senin (21/7/2025).
Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.244:
Rusia Tegaskan Prioritasnya
Rusia menyatakan, terbuka untuk berdamai dengan Ukraina.
Moskow menegaskan bahwa pencapaian tujuannya tetap menjadi prioritas.
Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi batas waktu 50 hari kepada Rusia untuk menyetujui gencatan senjata atau menghadapi sanksi lebih berat.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan kembali tuntutan Rusia pada Minggu (20/7/2025), The Guardian melaporkan.
Syaratnya termasuk Ukraina menarik diri dari wilayah yang dianeksasi Rusia dan meninggalkan aspirasi untuk bergabung dengan NATO.
Kedua tuntutan itu ditolak oleh Kyiv dan para sekutunya.
"Hal utama bagi kami adalah mencapai tujuan kami," kata Peskov kepada televisi pemerintah.
"Tujuan kami jelas," ujarnya.
Baca juga: Zelensky Minta Rudal Tomahawk ke AS, Benarkah Ukraina Bisa Hancurkan Moskow di Rusia?
Ukraina Usulkan Perundingan Damai
Pada Sabtu (19/7/2025), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa para pejabat Ukraina telah mengusulkan putaran baru perundingan damai minggu ini.
Sementara itu, media pemerintah Rusia pada Minggu (20/7/2025) melaporkan belum ada tanggal resmi yang ditetapkan untuk negosiasi tersebut.
Kota Istanbul kemungkinan akan tetap menjadi tuan rumah pembicaraan.
Pekan lalu, Presiden Donald Trump mengancam Rusia dengan “tarif yang berat” jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam 50 hari.
Trump juga mengumumkan pengaktifan kembali jalur pengiriman senjata AS ke Ukraina.
Langkah itu dipicu rasa frustrasi atas kegagalan negosiasi untuk mengakhiri perang.
Baca tanpa iklan