Informasi ini diungkapkan oleh Abolfazl Zohrevand, anggota Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran.
Zohrevand, menegaskan MiG-29 yang telah mendarat di Shiraz menjadi solusi sementara sembari menunggu pengiriman jet Sukhoi Su-35 yang lebih canggih dari Moskow.
Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata Iran untuk mempercepat modernisasi militernya, setelah sebelumnya Iran menggenjot pasokan sistem pertahanan udara canggih, termasuk S-400 Rusia dan HQ-9 Tiongkok dalam jumlah signifikan.
Dikutip dari Newsweek, pengiriman MiG-29 datang hanya beberapa hari setelah bentrokan selama 12 hari antara Israel dan Iran, yang memperlihatkan kerentanan angkatan udara Teheran.
Serangan Israel dalam perang singkat itu berhasil melumpuhkan sejumlah aset penting, termasuk sistem pertahanan udara S-300 yang dibeli Iran dari Rusia pada 2016.
Meski MiG-29 hanya dianggap sebagai pengisi sementara, Zohrevand menegaskan Su-35 akan segera tiba dan menjadi tulang punggung baru angkatan udara Iran.
Kedatangan jet generasi 4++ itu akan melengkapi arsenal pertahanan Teheran bersama sistem rudal Bavar-373, Khordad, Sayyad, hingga rudal jarak jauh Arman yang dikembangkan dalam negeri.
3. Pidato Virtual di PBB, Presiden Palestina Mahmoud Abbas: Israel Bersalah atas Kejahatan Perang
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel melakukan kejahatan perang dan genosida dalam pidato virtual di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (25/9/2025).
Abbas, yang berusia 89 tahun, berpidato melalui video setelah Amerika Serikat menolak memberikan visa untuk hadir langsung di New York.
Ia menyebut rakyat Palestina di Gaza menghadapi “perang genosida, kehancuran, kelaparan, dan pengusiran” selama hampir dua tahun terakhir.
Al Jazeera melaporkan, Abbas menuding Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata serta memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat, yang menurutnya membuat berdirinya negara Palestina semakin mustahil.
Baca juga: Trump Teken Perintah Akuisisi TikTok, Raksasa China Dicaplok Murah Rp233 Triliun
Kritik Abbas kepada Hamas
Meski keras terhadap Israel, Abbas juga menolak keras tindakan Hamas pada 7 Oktober.
Ia menegaskan Hamas tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan Palestina pascaperang. “Hamas harus menyerahkan senjatanya kepada Otoritas Palestina. Kami tidak menginginkan negara bersenjata,” kata Abbas, dilansir Arab News.
Baca tanpa iklan