Ringkasan Berita:
- Media Barat melaporkan pertemuan Putin dan Trump ditunda dan tidak terjadi minggu ini di Hongaria.
- Sumber laporan itu menyebut Rusia menolak untuk mengakhiri perang jika tuntunan wilayah tak dipenuhi.
- Kremlin memberikan komentar bahwa Moskow belum mengetahui tanggal pasti pertemuan itu.
TRIBUNNEWS.COM - Rencana pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kota Budapest, Hongaria, dikabarkan telah ditunda dan tidak akan terjadi minggu ini.
Kabar ini muncul setelah panggilan telepon yang tidak produktif antara Menteri Pertahanan AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Lavrov yang menyebabkan ditundanya pertemuan Trump dan Putin.
Seorang diplomat senior Eropa mengatakan Rusia bersikeras untuk tidak mengubah posisinya tentang Ukraina yang harus menyerahkan seluruh wilayah Donbas sebagai syarat mengakhiri perang.
"Dan saya berasumsi Lavrov memberikan omongan yang sama, dan Rubio seperti: 'Sampai jumpa lagi'," kata diplomat itu kepada Reuters.
Diplomat Eropa lainnya berpikir bahwa menjadi jelas bahwa tidak akan ada kesepakatan untuk Trump di Budapest.
Trump telah mengumumkan pekan lalu bahwa ia dan Putin akan segera bertemu di Hongaria untuk mencoba mengakhiri perang di Ukraina.
Putin berulang kali menegaskan bahwa perang dapat berakhir dengan segera jika Ukraina menyerahkan wilayahnya yang diduduki Rusia.
Kabar Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang Rusia dengan Ukraina memasuki hari ke-1.337 pada Rabu (22/10/2025), memperpanjang perang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Sekitar pukul 02.51 waktu setempat, satu orang dilaporkan terluka akibat penembakan di Zaporizhzhia.
Sebelumnya, empat orang dilaporkan tewas dalam serangan 20 pesawat tanpa awak kamikaze Rusia, sementara ratusan ribu orang kehilangan listrik dan air di wilayah Chernihiv, Ukraina, pada hari Selasa.
Baca juga: Rusia Tembak Jatuh Jet Su-30SM Sendiri di Krimea, Rostov Porak-poranda Dihajar Drone Ukraina
Kementerian Energi Ukraina mengatakan Kota Chernihiv dan wilayah utara provinsi tersebut kehilangan pasokan listrik setelah serangan tersebut, namun kembali normal pada sore hari, lapor Suspilne.
Perang Rusia–Ukraina berakar dari ketegangan panjang sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991.
Setelah merdeka, Ukraina kerap berselisih dengan Rusia terkait perbatasan, identitas nasional, dan arah politik.
Krisis memuncak pada 2014 ketika Revolusi Maidan menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych, yang dikenal pro-Rusia.
Pemerintah baru Ukraina kemudian mendekat ke negara-negara Barat, langkah yang dianggap Moskow sebagai ancaman terhadap pengaruhnya.
Sebagai respons, Rusia mencaplok Krimea dan mendukung kelompok separatis di wilayah Donetsk serta Luhansk, memicu konflik bersenjata di Donbas.
Ketegangan itu akhirnya berubah menjadi perang besar pada Februari 2022, saat Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina.
Putin beralasan tindakan tersebut bertujuan memerangi kelompok neo-Nazi di Kyiv, melindungi warga keturunan Rusia di Donbas, serta mencegah Ukraina bergabung dengan NATO yang dinilai mengancam keamanan Rusia.
Di sisi lain, Ukraina memperoleh dukungan senjata dan bantuan militer dari Amerika Serikat serta negara-negara anggota NATO di Eropa.
Selain perkembangan politik, berikut ini berita terbaru mengenai perang Rusia dan Ukraina.
-
Kremlin: Belum Ada Tanggal Pertemuan Putin-Trump
Pada Selasa, Kremlin tidak menyebutkan tanggal pasti untuk pertemuan puncak antara Putin dan Trump.
Komentar itu muncul setelah CNN melaporkan bahwa persiapan untuk pertemuan Putin dan Trump di Hongaria telah ditunda minggu ini.
Sebelumnya, pertemuan itu dikabarkan dijadwalkan pada hari Jumat minggu ini, namun Kremlin membantah adanya penundaan.
"Kita tidak bisa menunda sesuatu yang belum final. Baik Presiden Trump maupun Presiden Putin belum memberikan tanggal pasti. Persiapan diperlukan, persiapan yang serius," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Selasa (21/10/2025).
Dmitry Peskov mengatakan Rusia saat ini tidak mengetahui mengenai kapan pertemuan antara kedua presiden akan berlangsung.
"Anda telah mendengar pernyataan dari pihak Amerika dan kami sendiri bahwa ini mungkin membutuhkan waktu. Jadi, belum ada kerangka waktu pasti yang ditetapkan," jelasnya, dikutip dari Russia Today.
-
Menlu Hongaria Bantah Berita soal Batalnya Pertemuan Putin-Trump
Menteri Luar Negeri Hongaria Péter Szijjártó menyebut laporan tentang kemungkinan penundaan pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Budapest adalah palsu.
Ia memprediksi bahwa sejak pertemuan puncak Trump dan Putin di Budapest diumumkan, banyak pihak akan melakukan segala kemungkinan untuk mencegah terjadinya pertemuan itu.
Menurut menteri, elite politik pro-perang dan medianya selalu berperilaku seperti ini dalam menghadapi peristiwa yang dapat menentukan pilihan antara perang dan damai.
"Kali ini tidak akan berbeda. Hingga KTT benar-benar berlangsung, bersiaplah menghadapi gelombang "hujan deras", berita palsu, dan pernyataan bahwa KTT tidak akan terjadi," tulis Péter Szijjártó di platform X.
-
Zelensky: Rusia Kurang Tertarik dengan Diplomasi
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia hampir secara otomatis menjadi kurang tertarik pada diplomasi.
Ia berpendapat bahwa jika Ukraina memiliki senjata jarak jauh yang besar, maka semakin besar keinginan Rusia untuk mengakhiri perang.
"Semakin besar kemampuan jarak jauh Ukraina, semakin besar pula keinginan Rusia untuk mengakhiri perang … Begitu isu (kemampuan) jarak jauh menjadi sedikit lebih jauh bagi kami – bagi Ukraina – Rusia hampir secara otomatis menjadi kurang tertarik pada diplomasi," katanya, menurut laporan The Guardian.
Zelensky sebelumnya gagal meyakinkan Trump untuk mengirim rudal Tomahawk AS ke Ukraina.
-
Eropa Berencana Ajukan Proposal untuk Rusia dan Ukraina
Para diplomat Eropa mengatakan negara-negara sedang bekerja sama dengan Ukraina untuk mengajukan proposal baru gencatan senjata di sepanjang garis pertempuran.
Salah satu diplomat mengatakan proposal itu mencakup referensi ke dewan perdamaian yang akan diketuai oleh Trump, sementara yang lain mengatakan proposal tersebut akan dimodelkan berdasarkan rencana 20 poin AS untuk gencatan senjata Israel dan Hamas di Jalur Gaza.
Zelensky dikabarkan akan bertemu dengan sekitar 35 sekutu Ukraina di London pada Jumat (24/10/2025) untuk memberikan dukungan jangka panjang.
-
Rudal Storm Shadow Hantam Pabrik Kimia Rusia
Militer Ukraina mengatakan rudal Storm Shadow menghantam pabrik kimia di Bryansk, Rusia, yang memproduksi mesiu, bahan peledak, dan bahan bakar roket, pada Selasa malam.
"Serangan gabungan rudal dan udara besar-besaran telah dilakukan, termasuk rudal Storm Shadow yang diluncurkan dari udara yang menembus sistem pertahanan udara Rusia," kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.
Gubernur wilayah Bryansk, Alexander Bogomaz mengatakan Ukraina menyerang wilayah tersebut dengan drone dan rudal, kabar yang juga dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Rusia.
-
Rusia Balas Serangan ke Kyiv
Pada Selasa malam, Rusia meluncurkan rudal ke Kyiv, yang memicu kebakaran dan memecahkan jendela di beberapa distrik.
Wali Kota Vitali Klitschko mengatakan layanan darurat dikerahkan ke beberapa lokasi di mana puing-puing dari senjata udara yang hancur jatuh.
Daerah lain yang terkena dampak termasuk Zaporizhzhia, Dnipro, dan kota Izmail, sebuah pelabuhan di Sungai Donau.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan