News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Menteri Pertahanan Inggris: Negara NATO Bisa Kerahkan Pasukan ke Ukraina

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TURUN DARI HELIKOPTER - Pasuan Inggris menuruni sebuah helikopter pengangkut dalam sebuah misi di luar negeri. Inggris menyatakan siap mengirimkan pasukan mereka ke Ukraina demi mengamankan proses perdamaian dengan Rusia.

Healey mengatakan kemungkinan biaya pengerahan pasukan Inggris sebagai bagian dari apa yang disebut "koalisi yang bersedia" di Ukraina akan mencapai "lebih dari" £100 juta, atau sekitar $134 juta atau senilai Rp 2,2 triliun.

Inggris telah mengalokasikan dana jutaan dolar dan memeriksa "tingkat kesiapan" pasukan Inggris untuk memastikan "pasukan multinasional Ukraina" siap menuju negara itu dengan cepat, ujar Menteri Pertahanan Inggris tersebut. 

Sekitar 200 perencana militer dari 30 negara telah terlibat dalam persiapan tersebut, kata Healey.

Kemajuan dalam pengerahan pasukan pimpinan Eropa di Ukraina pasca-gencatan senjata merupakan "berita baik," kata Oleksandr Merezhko, ketua komite urusan luar negeri parlemen Ukraina dan anggota partai Zelensky.

Namun, kesepakatan gencatan senjata yang mengharuskan pasukan tersebut masih terasa sangat jauh, ujar Merezhko.

Negara-negara Eropa telah menyaksikan Trump menempatkan dirinya tepat di antara Rusia dan Ukraina.

Amatan ini berbarengan dengan kekhawatiran yang berkecamuk mengenai apakah kesepakatan yang ditengahi AS akan mengutamakan kepentingan Ukraina, dan Eropa. 

Merezhko mengatakan ia berharap Trump akan menghormati prinsip bahwa Ukraina perlu dilibatkan dalam menentukan nasibnya sendiri, dan bahwa para pemimpin Eropa juga memiliki kepentingan dalam kesepakatan yang dapat membentuk kembali keamanan Eropa, dalam pertemuan dengan Putin.

Pada hari Minggu, Trump menyarankan agar Ukraina dan Rusia membekukan konflik sengit mereka di garis depan saat ini, yang berarti menyerahkan sebagian besar wilayah Ukraina kepada Rusia—yang telah lama ditolak Kyiv.

Berdasarkan hukum Ukraina, perubahan teritorial hanya dapat disetujui melalui pemungutan suara nasional.

Bulan lalu, Trump mengubah pendiriannya yang telah lama dipegang terkait Ukraina, dengan mengisyaratkan Kyiv dapat merebut kembali seluruh wilayah yang saat ini dikuasai Moskow dengan bantuan NATO.

Rusia telah merebut sekitar seperlima wilayah Ukraina di selatan dan timur negara itu.

Trump kemudian kembali meragukan penilaian ini pada hari Senin, dengan mengatakan kepada para wartawan: "Mereka masih bisa memenangkannya. Saya rasa mereka tidak akan menang, tetapi mereka masih bisa memenangkannya."

Zelensky keluar dari sebuah pertemuan di Gedung Putih pada hari Jumat tanpa rudal jelajah jarak jauh Tomahawk yang menurut pemerintahan Trump mungkin akan dibahas, tetapi ia mengaku telah melakukan "percakapan yang tajam."

Surat kabar Inggris, Financial Times, melaporkan bahwa Trump telah mendesak Zelensky untuk menerima persyaratan kesepakatan Rusia, mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut yang menggambarkan pertemuan di Gedung Putih sebagai "adu mulut."

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini