News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy Siap Nego dengan Trump soal Proposal AS-Rusia yang Menyakitkan

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ZELENSKY KUNJUNGI AS - Foto diambil dari Facebook The White House, Selasa (19/8/2025) memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky (kiri) berjalan bersama Presiden AS Donald Trump (kanan) saat Zelensky berkunjung ke Washington, AS untuk membicarakan masalah perang Rusia-Ukraina, pada hari Senin (18/8/2025).-- Pada 20 November 2025, AS-Rusia dikabarkan diam-diam susun proposal baru, Zelenskyy siap untuk bertemu Trump.

TRIBUNNEWS.COM - Setelah Amerika Serikat (AS) dikabarkan diam-diam menyusun proposal perdamaian baru dengan Rusia, Ukraina berniat untuk negosiasi dengan Presiden AS Donald Trump.

Proposal baru tersebut berisi syarat mengakhiri perang, salah satunya konsesi menyakitkan bagi Ukraina untuk menyerahkan wilayahnya yang diduduki Rusia.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan dia akan bernegosiasi dengan Donald Trump mengenai rencana itu.

Kantornya mengonfirmasi bahwa Ukraina telah menerima rancangan perdamaian yang didukung AS dan Rusia.

"Presiden akan berbicara dengan Trump dalam beberapa hari mendatang tentang peluang diplomatik yang ada dan poin-poin utama yang diperlukan untuk perdamaian," kata kantor Zelenskyy dalam pernyataannya, Kamis (20/11/2025).

Dalam pidato malamnya, Zelenskyy menegaskan Ukraina tidak akan menghalangi upaya diplomasi untuk mengakhiri perang.

"Ukraina membutuhkan perdamaian dan Ukraina akan melakukan segalanya agar tidak ada seorang pun di dunia yang dapat mengatakan bahwa kami mengacaukan diplomasi. Ini penting," kata Zelenskyy.

Ia menambahkan bahwa Ukraina tidak akan mengeluarkan pernyataan yang terburu-buru.

Presiden yang masa jabatannya berakhir tahun lalu dan berlanjut selama darurat militer itu menegaskan Ukraina perlu menjalin diplomasi konstruktif dengan mitranya, termasuk AS.

Sebelumnya, para pejabat Ukraina marah dan mengecam rancangan yang dikabarkan disusun diam-diam oleh AS dan Rusia.

Menurut laporan The Guardian, rancangan itu berisi 28 poin yang mirip dengan proposal yang diajukan Rusia pada tahun 2022, tak lama setelah invasi dimulai.

Baca juga:  AS Siap Serahkan Krimea–Donbas ke Rusia, Trump Klaim Langkah Itu Jadi Kartu Damai Perang Ukraina

Sejumlah media Barat menyebut pejabat Rusia dan AS menyusun rancangan tersebut atas dukungan Trump.

Sejak meluncurkan invasi pada 24 Februari 2022, Rusia menduduki sebagian wilayah Ukraina di Donetsk, Luhansk, Kherson, Zaporizhzhia, dan Krimea (diduduki sejak 2014).

Proposal terbaru memaksa Ukraina menyerahkan Krimea dan wilayah Donbas, sementara garis depan Kherson dan Zaporizhzhia akan dibekukan di sepanjang garis kontak saat ini.

Ukraina juga diminta membatasi jumlah tentaranya menjadi 600.000 personel, yang berarti pengurangan ratusan ribu personel, lapor Al Jazeera.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini