TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah peristiwa besar mewarnai dunia internasional hari ini, Jumat (28/11/2025).
Jumlah korban tewas dalam kebakaran tragis di Hong Kong terus bertambah hingga menembus 83 orang.
Di Eropa, Prancis meluncurkan program militer terbarunya sebagai bagian dari strategi penguatan pertahanan.
Berikut rangkuman berita selengkapnya, seperti dilansir Associated Press dan Reuters.
1. Setidaknya 83 orang tewas saat petugas pemadam kebakaran Hong Kong berjuang memadamkan menara yang terbakar untuk hari kedua
Petugas pemadam kebakaran berjuang untuk hari kedua memadamkan api di sebuah kompleks apartemen bertingkat tinggi di Hong Kong pada hari Kamis (27/11/2025).
Sementara itu, jumlah korban tewas meningkat menjadi 83 orang.
Ini adalah salah satu kebakaran paling mematikan dalam sejarah modern kota tersebut.
Tim penyelamat yang membawa senter menyusuri apartemen demi apartemen di menara yang hangus, sementara asap tebal mengepul dari beberapa jendela di kompleks Wang Fuk Court, sebuah kawasan padat penduduk yang menampung ribuan orang di distrik Tai Po, pinggiran utara Hong Kong dekat perbatasan daratan utama.
Para pejabat mengatakan petugas pemadam kebakaran masih bekerja di beberapa apartemen dan berupaya memasuki semua unit di tujuh menara untuk memastikan tidak ada korban jiwa yang tertinggal.
“Operasi pemadaman kebakaran kami hampir selesai,” kata Derek Armstrong Chan, wakil direktur Operasi Layanan Pemadam Kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran, lanjutnya, bekerja keras untuk mencegah puing-puing dan bara api kembali berkobar.
Tahap selanjutnya adalah operasi pencarian dan penyelamatan.”
Baca juga: Teori Penyebab Kebakaran Apartemen di Hong Kong: Penggunaan Perancah Bambu hingga Rokok Pekerja
Belum jelas berapa banyak orang yang masih hilang atau terjebak.
Pemimpin Hong Kong, John Lee, mengatakan kontak dengan 279 orang terputus pada Kamis pagi.
Pihak berwenang tidak memberikan pembaruan mengenai jumlah orang hilang atau berapa banyak yang mungkin masih berada di dalam gedung yang hancur tersebut dalam konferensi pers hari itu.
Baca tanpa iklan