TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - CPEC adalah singkatan dari China–Pakistan Economic Corridor.
CPEC merupakan proyek kerja sama ekonomi besar antara China dan Pakistan, yang menjadi bagian dari inisiatif global Tiongkok Belt and Road Initiative (BRI).
Tujuannya adalah membangun koridor ekonomi yang menghubungkan wilayah barat Tiongkok dengan Pelabuhan Gwadar di Pakistan melalui pembangunan:
- Infrastruktur jalan raya dan rel kereta
- Pelabuhan dan bandara
- Proyek energi (pembangkit listrik, transmisi)
- Kawasan industri dan zona ekonomi khusus
Tujuan utama CPEC:
- Mempercepat pertumbuhan ekonomi Pakistan.
- Meningkatkan konektivitas perdagangan Tiongkok ke Timur Tengah dan Afrika.
- Mendorong integrasi ekonomi regional.
Koridor Ekonomi Tiongkok–Pakistan atau China–Pakistan Economic Corridor (CPEC), yang semula digadang-gadang sebagai proyek unggulan Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), kini mengalami perubahan signifikan.
Diluncurkan pada 2015 dengan nilai investasi awal USD46 miliar yang kemudian direvisi menjadi USD62–65 miliar, CPEC awalnya diproyeksikan sebagai platform transformasi infrastruktur Pakistan sekaligus koridor strategis bagi Tiongkok.
Namun, setelah lebih dari satu dekade berjalan, proyek tersebut bertransformasi dari megaproyek ambisius menjadi inisiatif berskala lebih kecil yang menyesuaikan dengan realitas baru.
Pada 2025, CPEC resmi memasuki fase CPEC 2.0, dengan fokus bergeser ke kawasan industri, sektor pertanian, dan industri ekstraktif, meninggalkan pendekatan pembangunan infrastruktur skala besar seperti pada tahap awal.
Dikutip dari kantor berita 24.kg, Selasa (2/12/2025), perubahan arah ini tidak hanya mencerminkan kendala teknis dan keterbatasan pembiayaan.
Tantangan tata kelola, koordinasi antarlembaga, serta efektivitas pelaksanaan proyek juga dinilai memengaruhi kecepatan dan kualitas implementasi.
Salah satu contoh paling mencolok adalah proyek kereta api Jalur Utama-1 (Main Line-1/ML-1) senilai USD6,7 miliar, yang semula dirancang sebagai elemen kunci CPEC.
Proyek tersebut kini direvisi sebagian dan pembiayaannya dialihkan melalui Bank Pembangunan Asia (ADB).
Dugaan hambatan finansial terjadi proyek-proyek strategis utama.
Dari sekitar 90 proyek yang direncanakan dalam kerangka CPEC, 38 proyek telah selesai, 23 masih dalam tahap konstruksi.
Sementara sekitar sepertiganya masih berada pada tahap awal perencanaan.
Sementara itu, Pelabuhan dan Bandara Gwadar yang selama ini menjadi simbol CPEC diketahui masih beroperasi dalam skala terbatas, memperlihatkan kesenjangan antara target awal dan kondisi aktual di lapangan.
Baca tanpa iklan