News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Apa Itu CPEC 2.0, Beradaptasi dari Proyek Ambisius ke Skala yang Lebih Kecil

Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Peta memperlihatkan lokasi Pakistan dan Tiongkok. Bagian yang berwarna hijau adalah wilayah Pakistan, sementara yang oranye adalah wilayah Tiongkok.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - CPEC adalah singkatan dari China–Pakistan Economic Corridor.

CPEC merupakan proyek kerja sama ekonomi besar antara China dan Pakistan, yang menjadi bagian dari inisiatif global Tiongkok Belt and Road Initiative (BRI).

Tujuannya adalah membangun koridor ekonomi yang menghubungkan wilayah barat Tiongkok dengan Pelabuhan Gwadar di Pakistan melalui pembangunan:

  • Infrastruktur jalan raya dan rel kereta
  • Pelabuhan dan bandara
  • Proyek energi (pembangkit listrik, transmisi)
  • Kawasan industri dan zona ekonomi khusus

Tujuan utama CPEC:

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi Pakistan.
  • Meningkatkan konektivitas perdagangan Tiongkok ke Timur Tengah dan Afrika.
  • Mendorong integrasi ekonomi regional.

Koridor Ekonomi Tiongkok–Pakistan atau China–Pakistan Economic Corridor (CPEC), yang semula digadang-gadang sebagai proyek unggulan Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), kini mengalami perubahan signifikan. 

Diluncurkan pada 2015 dengan nilai investasi awal USD46 miliar yang kemudian direvisi menjadi USD62–65 miliar, CPEC awalnya diproyeksikan sebagai platform transformasi infrastruktur Pakistan sekaligus koridor strategis bagi Tiongkok.

Namun, setelah lebih dari satu dekade berjalan, proyek tersebut bertransformasi dari megaproyek ambisius menjadi inisiatif berskala lebih kecil yang menyesuaikan dengan realitas baru.

Pada 2025, CPEC resmi memasuki fase CPEC 2.0, dengan fokus bergeser ke kawasan industri, sektor pertanian, dan industri ekstraktif, meninggalkan pendekatan pembangunan infrastruktur skala besar seperti pada tahap awal.

Dikutip dari kantor berita 24.kg, Selasa (2/12/2025), perubahan arah ini tidak hanya mencerminkan kendala teknis dan keterbatasan pembiayaan.

Tantangan tata kelola, koordinasi antarlembaga, serta efektivitas pelaksanaan proyek juga dinilai memengaruhi kecepatan dan kualitas implementasi.

Salah satu contoh paling mencolok adalah proyek kereta api Jalur Utama-1 (Main Line-1/ML-1) senilai USD6,7 miliar, yang semula dirancang sebagai elemen kunci CPEC.

Proyek tersebut kini direvisi sebagian dan pembiayaannya dialihkan melalui Bank Pembangunan Asia (ADB).

Dugaan hambatan finansial terjadi proyek-proyek strategis utama.

Dari sekitar 90 proyek yang direncanakan dalam kerangka CPEC, 38 proyek telah selesai, 23 masih dalam tahap konstruksi.

Sementara sekitar sepertiganya masih berada pada tahap awal perencanaan.

Sementara itu, Pelabuhan dan Bandara Gwadar yang selama ini menjadi simbol CPEC diketahui masih beroperasi dalam skala terbatas, memperlihatkan kesenjangan antara target awal dan kondisi aktual di lapangan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini