Perhatian terhadap Taiwan juga meningkat, seiring perubahan lingkungan keamanan kawasan Indo-Pasifik. Jepang dan AS kini memperbaiki struktur komando bersama melalui pembentukan Joint Operations Command, guna meningkatkan efektivitas koordinasi militer.
Kebangkitan Berkat Perjanjian San Francisco
Chijiwa menyimpulkan bahwa meskipun Konferensi Yalta merupakan kesepakatan terburuk bagi Jepang dalam sejarah modern, Jepang mampu bangkit dengan menandatangani Perjanjian San Francisco enam tahun kemudian, yang jauh lebih menguntungkan.
Ke depan, Jepang dinilai perlu memperkuat otonomi dan kemandirian pertahanan, sambil tetap menjaga kelangsungan aliansi Jepang-AS.
“Pertahanan diri yang otonom bagi Jepang sangatlah penting dalam masa depan,” tekan Chijiwa lebih lanjut.
Dr. Yasuaki Chijiwa lulusan universitas Hiroshima, kini berusia 50 tahunan, dikenal sebagai pakar keamanan dan pertahanan Jepang, dengan fokus utama pada sejarah, struktur, dan masa depan aliansi Jepang–Amerika Serikat, termasuk dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Penasehat senior Kementerian Pertahanan Jepang.
Diskusi pertahanan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan