News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Respons Ancaman Intervensi Militer dari Trump: Jangan Anggap Serius Ucapannya

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IRAN VS AMERIKA. Kolase foto dari HO/IST/Tangkap Layar/RNTV dan Tangkap layar YouTube The White House 10 Januari 2026, menunjukkan Presiden AS Donald Trump saat menggelar pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak dan gas, 10 Januari 2026 dan protes di Teheran pada 29 Desember 2025. Pejabat tinggi Iran menanggapi ancaman terbaru dari Trump dengan menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak perlu dianggap serius.

Ghalibaf juga menyatakan bahwa seluruh pangkalan dan pasukan Amerika di kawasan akan menjadi target sah Iran jika Washington melakukan aksi militer.

“Datang dan lihat bagaimana semua kemampuan Anda di wilayah ini akan dimusnahkan,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Ia menyebut situasi di dalam negeri Iran sepenuhnya terkendali, namun menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi perang jika Amerika Serikat tidak mau terlibat dalam pembicaraan yang adil.

“Republik Islam tidak mencari perang, tetapi sepenuhnya siap untuk perang,” kata Araghchi kepada para duta besar asing di Teheran.

Ia menambahkan Iran tetap terbuka untuk bernegosiasi, asalkan pembicaraan dilakukan atas dasar kesetaraan dan saling menghormati.

Baca juga: Perbandingan Kekuatan Militer Amerika Serikat Vs Iran yang di Ambang Perang

Di tengah pernyataan keras tersebut, laporan Axios menyebut Araghchi telah menghubungi utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, pada akhir pekan lalu.

Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan itu, langkah tersebut bertujuan untuk meredakan ketegangan dan membuka kemungkinan pertemuan dalam waktu dekat.

Sikap yang tampak bertolak belakang ini mencerminkan dilema yang dihadapi Teheran, seiring berlanjutnya protes nasional di berbagai wilayah Iran.

Pada saat yang sama, Washington juga disebut masih mempertimbangkan langkah lanjutan beserta dampak yang mungkin ditimbulkan.

Sejumlah kesaksian dan video yang ditinjau Iran International menunjukkan penggunaan kekuatan mematikan secara luas dalam penanganan demonstrasi.

Sedikitnya 2.000 orang dilaporkan tewas sejak gelombang protes dimulai.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini