Ringkasan Berita:
- Lonjakan wisatawan asing ke Jepang membuat Tokyo Station International Clinic menangani hingga 80 persen pasien warga luar negeri setiap hari.
- Klinik multibahasa ini melayani beragam keluhan, dari flu, mimisan hingga kehabisan obat, menjadi penopang penting kenyamanan turis di Jepang.
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Lonjakan jumlah wisatawan asing ke Jepang membawa tantangan baru di sektor layanan kesehatan.
Di kawasan Stasiun Tokyo, salah satu pusat transportasi tersibuk di dunia, sebuah klinik internasional kini menangani hingga 80 persen pasien berkewarganegaraan asing setiap harinya.
Tokyo Station International Clinic, yang beroperasi setiap hari pukul 09.00–21.00 waktu setempat, menjadi rujukan utama para pelancong yang mendadak jatuh sakit di tengah perjalanan mereka menjelajahi Jepang.
Salah satu pasien adalah seorang ibu asal Indonesia yang harus membawa anaknya yang berusia tujuh tahun ke klinik tersebut setelah mengalami demam tinggi hampir 39 derajat Celsius, disertai muntah dan batuk.
“Pagi tadi sekitar pukul 07.00 panas anak saya hampir 39 derajat. Kami langsung panik dan mencari klinik terdekat dari hotel,” ujar sang ibu.
Baca juga: Usai Bertemu Presiden Korea, PM Jepang Nyatakan akan Bubarkan Parlemen
Setelah menjalani pemeriksaan dan tes influenza, anak tersebut dinyatakan hanya mengalami flu biasa akibat perubahan suhu yang ekstrem selama liburan musim dingin.
Sang ibu pun mengaku lega karena pelayanan berlangsung cepat dan komunikatif.
Ragam Keluhan Pasien dari Berbagai Negara
Pihak klinik mencatat, keluhan yang dialami wisatawan asing sangat beragam, mulai dari demam, radang tenggorokan, telinga tersumbat, hingga mimisan hebat.
Seorang turis asal Amerika Serikat, misalnya, datang dengan kondisi mimisan berulang disertai tekanan darah tinggi yang diduga dipicu konsumsi garam berlebihan selama berwisata kuliner.
Sementara itu, dua saudari dari Kolombia harus menjalani perawatan akibat flu musim dingin, dan seorang wisatawan Jerman berusia 60-an mengalami gangguan pendengaran akibat penumpukan kotoran telinga.
Kasus lain dialami turis asal Meksiko yang hampir kehabisan insulin untuk mengendalikan diabetes setelah kopernya hilang di bandara. Dokter setempat segera meresepkan obat pengganti dan mengingatkan pentingnya membawa dua set obat pribadi saat bepergian ke luar negeri.
“Sekarang saya bisa menikmati kue Jepang tanpa khawatir lagi,” ujar turis tersebut sambil tersenyum usai mendapat perawatan.
Diskusi kesehatan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan