News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pertemuan Trilateral AS, Rusia, Ukraina Diwarnai Serangan Udara, Diplomasi Terancam Gagal

Penulis: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SERANGAN UDARA RUSIA - Serangan drone dan rudal Rusia ke Kiev, Ibu Kota Ukraina, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Akibat serangan udara ini, perundingan trilateral antara Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Ukraina terancam tidak mencapai kesepakatan apa pun.

TRIBUNNEWS.COM - Pertemuan trilateral antara Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Ukraina di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) tercam mencapai kesepakatan.

Sebab, Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran di wilayah Ukraina pada Sabtu (24/1/2026).

Serangan rudal dan drone besar-besaran dari Rusia dilaporkan menghantam Ibu Kota Ukraina, Kyiv dan Kharkiv.

Otoritas setempat mengonfirmasi satu warga sipil tewas dan sedikitnya 27 orang lainnya luka-luka akibat insiden tersebut.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha, menyampaikan kecaman keras melalui akun media sosialnya.

Ia menyebut tindakan Rusia sebagai bentuk teror yang tidak menunjukkan iktikad baik dalam berdiplomasi.

"Upaya perdamaian? Pertemuan trilateral di UEA? Diplomasi? Bagi rakyat Ukraina, ini adalah malam teror Rusia lainnya," tulis Sybiha, mengutip The Moscow Times.

Ia menambahkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin sengaja memerintahkan serangan brutal tersebut saat delegasi sedang duduk bersama untuk membahas proposal perdamaian yang diprakarsai oleh AS.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia telah meluncurkan lebih dari 370 drone serbu dan 21 rudal dari berbagai jenis dalam satu malam.

Serangan ini kembali menyasar infrastruktur energi, menyebabkan ribuan warga di Kyiv terpaksa bertahan hidup tanpa pemanas di tengah suhu ekstrem di bawah nol derajat Celsius.

"Rudal-rudal itu tidak hanya menghantam rakyat kami, tetapi juga menghantam meja perundingan," tegas Zelensky.

Baca juga: Serangan Dahsyat Rusia Lumpuhkan Ukraina, Zelenskyy Desak Amerika Penuhi Janji Bantuan

Kondisi ini memicu keprihatinan internasional.

Uni Eropa menuduh Moskow sengaja menggunakan cuaca dingin sebagai senjata dengan merampas fasilitas pemanas bagi warga sipil.

Di sisi lain, negosiasi di Abu Dhabi yang dimediasi oleh Amerika Serikat memasuki hari kedua dengan tensi tinggi.

Kepala negosiator Ukraina, Rustem Umerov, menyatakan bahwa diskusi berfokus pada parameter untuk mengakhiri invasi dan logika proses negosiasi ke depan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini