Sementara harga emas berjangka AS menguat ke kisaran 5.079,30 dolar AS per ounce.
Jika dikonversikan, nilai tersebut setara sekitar Rp85–93 juta per ounce, tergantung kurs rupiah terhadap dolar AS.
Kenaikan harga emas juga diperkuat oleh menurunnya minat terhadap aset aman tradisional lain seperti obligasi pemerintah.
Kekhawatiran terhadap tingginya utang negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat, membuat investor mengurangi kepemilikan surat utang.
Analis Capital.com, Kyle Rodda, menilai reli emas mencerminkan menurunnya kepercayaan pasar terhadap kebijakan pemerintah AS.
Menurutnya, perubahan kebijakan perdagangan dan ancaman tarif yang tidak konsisten telah mengguncang stabilitas pasar global.
“Pemerintahan AS telah menciptakan ketidakpastian besar. Emas kini menjadi satu-satunya aset yang dianggap aman,” kata Rodda.
Pelemahan dolar AS turut memperkuat kenaikan harga emas.
Mata uang AS tertekan oleh penguatan yen Jepang serta spekulasi pasar menjelang kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Baca juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 29 Januari: UBS Rp 3.136.000 Per Gram
Kondisi ini membuat emas lebih menarik bagi investor global.
Di sisi lain, pasar saham Asia bergerak fluktuatif.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik sekitar 0,2 persen.
Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,07 persen.
Sementara indeks Shanghai naik sekitar 0,1 persen.
Tak hanya emas, logam mulia lain juga ikut menguat.
Baca tanpa iklan