News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Perang Dunia Ketiga

Ancaman Perang Dunia III Meningkat, Perjanjian Nuklir Amerika–Rusia Berakhir Hari Ini

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Reif mengatakan, negara-negara mungkin merasa terdorong untuk memperluas persenjataan mereka guna menunjukkan ketangguhan atau mendapatkan daya tawar dalam negosiasi.

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya retorika nuklir dari Rusia sejak invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Putin telah berulang kali menyinggung kemampuan nuklir Rusia dan pada 2024 menandatangani doktrin nuklir yang direvisi dengan menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir.

Perjanjian Pembatasan Senjata Nuklir AS-Rusia

Perjanjian START asli diratifikasi pada 1991.

Perjanjian New START, yang ditandatangani pada 2010 oleh Barack Obama dan Presiden Rusia saat itu Dmitry Medvedev, membatasi masing-masing pihak memiliki 1.550 hulu ledak nuklir yang ditempatkan pada tidak lebih dari 700 rudal dan pesawat pembom.

Perjanjian ini diperpanjang pada 2021 selama lima tahun, tetapi inspeksi dihentikan selama pandemi Covid-19 dan tidak pernah dilanjutkan.

Pada Februari 2023, Putin menangguhkan partisipasi Rusia dalam inspeksi dengan alasan dukungan AS kepada Ukraina, sambil menegaskan bahwa Rusia akan tetap menghormati batasan perjanjian tersebut.

Pada September lalu, Rusia menawarkan untuk tetap berpegang pada batasan tersebut selama satu tahun lagi guna memberi waktu untuk menegosiasikan pengganti perjanjian, seraya memperingatkan bahwa berakhirnya perjanjian tersebut akan mendestabilisasi situasi dan dapat memicu proliferasi nuklir.

Rose Gottemoeller, kepala negosiator AS untuk pakta tersebut, mengatakan perpanjangan singkat akan melayani kepentingan Amerika Serikat dan tidak akan melemahkan upaya menanggapi peningkatan nuklir China.

Gottemoeller menekankan nilai strategis dari perjanjian tersebut.

Ancaman runtuhnya Perjanjian New START menyusul kegagalan perjanjian pengendalian senjata sebelumnya, termasuk Perjanjian INF pada 2019 dan penarikan AS dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik pada 2001.

Rusia telah lama berpendapat bahwa sistem pertahanan rudal AS mengancam pencegahan nuklirnya, yang mendorong pengembangan senjata baru seperti drone bawah air bertenaga nuklir Poseidon dan rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik.

Baca juga: Era Perang Dingin Mulai Lagi, DPR Rusia: Rudal Burevestnik Bisa Hancurkan Seluruh Negara Bagian AS

Ketegangan semakin meningkat akibat usulan sistem pertahanan rudal “Golden Dome” dari Donald Trump, yang menurut Rusia dapat memicu perlombaan senjata baru.

Kimball memperingatkan bahwa Rusia dan China kemungkinan akan merespons dengan membangun lebih banyak senjata ofensif, yang lebih murah dan lebih cepat diproduksi dibandingkan sistem pertahanan.

Selain itu, kekhawatiran juga muncul akibat pernyataan Trump tahun lalu tentang kemungkinan dimulainya kembali uji coba nuklir AS, sesuatu yang menurut Putin akan ditiru Rusia jika hal itu terjadi.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini