News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Perang Dunia Ketiga

Ancaman Perang Dunia III Meningkat, Perjanjian Nuklir Amerika–Rusia Berakhir Hari Ini

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kimball mengatakan dunia sedang memasuki fase persaingan strategis yang jauh lebih berbahaya.

“Ini menandai titik balik potensial menuju periode persaingan nuklir global yang jauh lebih berbahaya, yang belum pernah kita lihat sepanjang hidup kita,” ujarnya.

Negara dengan Senjata Nuklir

Negara-negara kekuatan nuklir dunia memiliki lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir.

Senjata-senjata ini dapat membunuh jutaan orang secara langsung dan, melalui dampaknya terhadap pertanian, berpotensi membunuh miliaran orang.

Senjata nuklir menewaskan antara 110.000 hingga 210.000 orang ketika Amerika Serikat menggunakannya terhadap kota-kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, pada Agustus 1945.

Senjata-senjata ini hampir digunakan kembali lebih dari selusin kali sejak saat itu.

Karena itu, negara-negara telah berupaya membatasi proliferasi dan jumlah senjata nuklir.

Hanya sedikit negara yang memiliki senjata nuklir, tetapi beberapa di antaranya memiliki persenjataan dalam jumlah besar.

Mengutip ourworldindata.org, saat ini sembilan negara memiliki senjata nuklir, yakni Rusia, Amerika Serikat, China, Prancis, Inggris Raya, Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara.

Namun jumlah yang mereka miliki bervariasi.

Grafik berikut menunjukkan betapa jauhnya perbedaan jumlah hulu ledak antara Amerika Serikat dan Rusia dibandingkan negara-negara lainnya.

SENJATA NUKLIR - Grafik perkiraan persediaan hulu ledak nuklir yang dimiliki 9 negara nuklir per 2025. Hulu ledak strategis dirancang untuk digunakan di luar medan perang, seperti terhadap pangkalan militer, industri senjata, atau infrastruktur. Hulu ledak yang telah digunakan adalah yang berada di rudal balistik, kapal selam, atau pangkalan pembom. Hulu ledak yang telah dipensiunkan adalah yang sedang dalam antrian untuk dibongkar.(OurWorldinData.org)

Bagan tersebut, juga menunjukkan bahwa hulu ledak berbeda dalam hal bagaimana senjata itu dapat digunakan.

Beberapa dirancang untuk penggunaan strategis di luar medan perang, seperti terhadap industri senjata atau infrastruktur, sementara yang lain untuk penggunaan taktis nonstrategis di medan perang.

Sementara itu, sebagian hulu ledak tidak dikerahkan atau bahkan telah dipensiunkan dan menunggu untuk dibongkar, namun sebagian besar masih dikerahkan pada rudal balistik atau pangkalan pembom dan dapat digunakan dengan cepat.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini