TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.463 pada Rabu (25/2/2026).
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menunjukkan dukungannya kepada Ukraina dengan mengadopsi resolusi yang menegaskan pengakuan atas perbatasan internasional negara tersebut serta menyatakan keprihatinan atas meningkatnya serangan Rusia terhadap warga sipil dan infrastruktur energi.
Resolusi yang bersifat tidak mengikat secara hukum namun memiliki bobot politik itu disahkan dengan 107 suara mendukung, 12 menentang, dan 51 abstain, bertepatan dengan peringatan empat tahun invasi Rusia.
Rusia, Belarus, dan Sudan termasuk pihak yang menolak, sementara China dan Amerika Serikat memilih abstain.
Tammy Bruce, wakil utusan AS untuk PBB, menjelaskan sikap negaranya.
"Daripada mendukung diskusi tentang berbagai jalur diplomatik yang dapat membuka jalan menuju perdamaian abadi tersebut," kata Tammy Bruce dalam forum itu, Selasa (24/2/2026).
Ia menyatakan bahwa meski Washington mendukung seruan gencatan senjata segera, bahasa dalam resolusi dinilai berpotensi mengalihkan fokus dari upaya negosiasi.
Majelis Umum PBB Tolak Usulan AS soal Menghapus Klausul Teritorial
Sebelum pemungutan suara, Majelis Umum PBB menolak usulan AS untuk menghapus klausul tentang integritas teritorial dan perdamaian yang adil dalam draf resolusi “Mendukung Perdamaian Abadi di Ukraina”.
Sebanyak 69 negara menolak proposal tersebut, 11 mendukung, dan 62 abstain.
Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina, Mariana Betsa, menegaskan bahwa rancangan resolusi itu mencerminkan prinsip dasar hukum internasional, termasuk Piagam PBB, khususnya terkait kedaulatan dan integritas wilayah.
Baca juga: 4 Tahun Perang Ukraina Ubah Wajah Rusia: Aktivitas di Moskow Normal, Dukungan ke Putin Tetap Tinggi
Ia memperingatkan bahwa penghapusan klausul tersebut akan mengirim sinyal berbahaya bahwa prinsip-prinsip mendasar dapat dinegosiasikan.
Seruan untuk perdamaian yang adil dan komprehensif sebelumnya telah didukung lebih dari 141 negara anggota PBB.
Perwakilan Tetap Prancis, Jerome Bonnafont, turut menyatakan dukungan terhadap posisi Ukraina.
Pada akhirnya, resolusi tersebut tetap disahkan dengan penegasan perlunya gencatan senjata segera serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, sementara Amerika Serikat memilih abstain.
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang Rusia–Ukraina meledak terbuka pada 24 Februari 2022. Hari itu, Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke berbagai kota di Ukraina. Dentuman artileri dan pergerakan tank menandai babak baru konflik yang sesungguhnya telah lama bergejolak.
Baca tanpa iklan