"Feeling saya masih tetap terkait dengan urusan persiapan hari Raya Idul Fitri dan ketersediaan pangan, kemudian BBM, dan juga adalah bagaimana menyikapi perkembangan terkini terkait dengan ketegangan di Timur Tengah," katanya.
Bahlil mengatakan dampak perang antara AS-Israel dengan Iran harus di antisipasi terutama pada sektor energi. Harga minyak mentah dunia naik turun secara signifikan sejak perang tersebut meletus akhir Februari 2026 lalu.
"Karena kita tahu kemarin harga BBM naik mencapai di atas 100 dolar per barel dan tadi hari ini sudah turun di bawah 100 barel per day sekitar 80-90 dolar jadi memang terjadi fluktuasi yang sangat cepat sekali," katanya.
Bahlil mengatakan pemerintah terus mencari cara agar harga minta mentah dunia yang fluktuatif ini tidak terlalu berdampak ke dalam negeri.
Ketua Umum Partai Golkar itu bilang, jika harga minyak mentah dunia terus naik maka pemerintah akan menambah anggaran subsidi.
"Ya kalau terus terjaid pasti dampaknya di anggaran pemerintah akan menambah anggaran untuk subsidi tapi kita sedang memitigasi bahwa kita harus juga mencari sumber-sumhet energi lain selain energi fosil termasuk energi nabati," tuturnya.
(Tribunnews.com/Deni/Taufik)
Baca tanpa iklan