News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Rudal Iran Hantam Israel Saat Benjamin Netanyahu Muncul, Tel Aviv Beri Ancaman ke Mojtaba Khamenei

Penulis: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NETANYAHU DAN MOJTABA KHAMENEI - PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Netanyahu ancam Khamenei dalam kemunculan pertamanya dalam 12 hari perang Iran.

TRIBUNNEWS.COM, TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tiba-tiba muncul memberikan keterangan pers setelah sempat mencuat kabar dirinya tewas akibat serangan Iran.

Netanyahu tampak berdiri di antara dua bendera Israel dan menjawab pertanyaan melalui tautan video, Kamis (12/3/2026) malam.

Pidato Netanyahu ini menjadi kali pertama sejak perang Iran meletus pada 28 Februari 2026.

Kemunculan Netanyahu ini pun hampir bersamaan dengan pernyataan perdana Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei di Teheran.

Berdasarkan laporan Tass, saat Netanyahu memberi keterangan pers, Israel dihujani rudal Iran.

Baca juga: Perang Iran Meluas ke Lebanon, Israel Bombardir Basis Hizbullah di Selatan Beirut

Suara sirine serangan udara berbunyi di wilayah Israel termasuk Tel Aviv, ketika Netanyahu bicara.

Sesaat sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa mereka telah mendeteksi peluncuran rudal baru dari Iran yang mendorong pengiriman peringatan darurat ke telepon seluler penduduk di wilayah tengah negara itu.

Namun, serangan rudal Iran tak mengganggu siaran langsung pidato Netanyahu.

Netanyahu Beri Ancaman Terhadap Mojtaba Khamenei

Dalam pidatonya, Benjamin Netanyahu mengatakan kekuatan Iran tidak lagi sama setelah hampir dua minggu digempur AS-Israel.

Baca juga: Netanyahu Dikabarkan Tewas dalam Serangan Balasan Iran, Pejabat Israel Tegaskan sebagai Berita Palsu

Menurutnya pasukan elite Iran telah mengalami pukulan telak.

Netanyahu mengaku bila dirinya setiasa berbicara dengan Presiden AS Donald secara terbuka.

"Kami bertujuan untuk menghentikan Iran memindahkan proyek nuklir dan rudal balistik ke bawah tanah," kata Netanyahu.

Netanyahu pun bersumpah untuk terus menyerang Hizbullah Lebanon setelah kelompok yang didukung Iran itu melepaskan tembakan pada 2 Maret 2026.

Ketika ditanya tentang kemungkinan pendudukan militer atas wilayah Lebanon, Netanyahu mengaku dirinya telah berbicara dengan pemerintah Lebanon dan "mengatakan kepada mereka, "kalian sedang bermain api."

"Kami akan menuntut harga yang mahal dari Hezbollah. Dan saya harap pemerintah Lebanon mendukung kami," ujar Netanyahu.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini