TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Pada 7 Maret 2026 lalu, militer Amerika Serikat (AS) secara khusus menyerang Pulau Qeshm di Teluk Persia.
Pemerintah Iran berang dan menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap 148.000 warga sipil yang tinggal di sekitar wilayah itu.
Di Qeshm terdapat gua-gua atau terowongan di bawah tanah yang berliku-liku menyerupai labirin.
Dahulu, para wisatawan berbondong-bondong mengunjungi "museum geologi terbuka" ini untuk melihat formasi batuan surealisnya.
Di masa perang ini, gua-gua itu sangat strategi sebagai benteng pertahanan bawah tanah bagi pasukan Iran dan susah ditembus oleh lawan.
Karena letaknya berada di bawah tanah dekat laut maka Qeshm dijuluki 'kapal induk' militer Iran yang tak pernah tenggelam.
Posisi yang strategis
Ukurannya yang sangat besar – sekitar 1.445 km persegi (558 mil persegi).
Saat ini, 148.000 penduduk pulau itu – yang sebagian besar adalah Muslim Sunni yang berbicara dialek Bandari yang unik.
Mereka saat ini hidup diantara keindahan alam peninggalan kuno dengan ancaman serangan dari Israel dan AS.
Wilayah itu adalah zona industri perdagangan bebas sejak tahun 1989.
Benteng tersembunyi di bawah tanah
Di atas tanah, terlihat komunitas nelayan, pasar, dan rumah-rumah penduduk.
Dahulu, wisatawan datang ke Qeshm untuk melepaskan diri dari hiruk pikuk kota.
Namun di bawah tanah, terdapat terowongan yang membentang seperti labirin.
Laporan menunjukkan bahwa terowongan ini menyimpan rudal anti-kapal, ranjau laut, dan bahkan armada drone yang dirancang untuk menargetkan kapal-kapal di Teluk.
Belum diketahui pasti berapa jumlah persenjataan Iran yang berada di bawah tanah Qeshm.
Baca tanpa iklan